
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng), Mario Lawalata, menegaskan komitmen dan loyalitasnya terhadap Partai Persatuan Indonesia (Perindo), partai politik yang telah menjadi bagian dari perjalanan politiknya sejak awal terbentuk dan mengantarkannya ke kursi 02 Malteng.
Dia mengaku telah bergabung dengan Perindo sejak partai tersebut didirikan. Loyalitas itu, menurutnya, tidak terlepas dari perjalanan dan kontribusi partai terhadap dirinya maupun keluarga.
“Dari awal terbentuknya Perindo, saya sudah bersama Perindo. Saya memang sudah di Perindo sejak awal. Jadi, loyalitas kami kepada Perindo tetap terjaga,” ungkap Mario saat diwawancarai di Ambon usai dilantik sebagai Ketua DPD Perindo Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Jum’at (6/11/26).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan dan dukungan yang diberikan Partai Perindo selama ini. Bahkan, partai tersebut telah memberikan kesempatan politik kepada keluarganya, termasuk istrinya yang kini menjadi anggota DPRD Maluku melalui Perindo.
“Perindo juga sudah memberikan rezeki bagi saya dan istri, karena istri menjadi anggota DPRD dari Partai Perindo. Itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Belum Ada Proyeksi Politik Khusus Kedepan
Menanggapi pertanyaan mengenai alasan komandoi partai di SBT bukan Malteng, Mario menegaskan, penunjukan dirinya sebagai Ketua DPD bukan bagian dari agenda politik jangka panjang yang telah dirancang.
Menurutnya, memimpin organisasi partai di SBT bukan perkara mudah. Selain memiliki wilayah yang luas dan terdiri dari banyak kecamatan, kepemimpinan partai juga membutuhkan kesiapan sumber daya, tanggung jawab serta kemampuan memfasilitasi kebutuhan organisasi.
Ia mengakui, salah satu tantangan terbesar Perindo di SBT saat ini adalah belum memiliki kursi di DPRD kabupaten tersebut, sehingga setelah ini akan fokus pada konsolidasi internal.
“Dengan kondisi partai kita di SBT yang belum miliki satu kursi pun, tentu menjadi berat kalau tanggungjawab itu dipikul sepenuhnya untuk saat ini. Karena itu, saya berdiskusi dan sementara menjadi ketua sementara sampai terbentuknya struktur DPD,” jelasnya.
Terkait kemungkinan dirinya akan bersaing atau berkompetisi politik dengan figur lain merebut orang nomor satu di Bumi Pamahanunusa kedepan, Mario memilih tidak ingin berspekulasi.
Ia menegaskan, tanggungjawab yang sedang diemban harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai agenda politik berikutnya.
“Kita tidak bisa berbicara untuk yang kedepan dulu. Yang di depan mata saja belum selesai. Tugas dan tanggungjawab yang ada harus kita selesaikan terlebih dahulu. Soal ke depan, itu jawaban dari Tuhan,” tegasnya.
Respons Cepat terhadap Kebutuhan Masyarakat
Disisi lain, Mario juga menyoroti pentingnya respons cepat seorang pemimpin terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Maluku Tengah yang memiliki cakupan geografis sangat luas.
Menurutnya, berbagai aktivitas dan geliat pelayanan di lapangan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, pemimpin dituntut mampu mendengar, memahami, dan merespons aspirasi masyarakat tanpa menunda-nunda.
“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan disampaikan kepada kita, sebagai pemimpin harus merespons dengan cepat. Kita tahu wilayah Kabupaten Maluku Tengah sangat luas. Kalau respons kita lambat, tentu akan menjadi persoalan,” tandasnya.
Ia menilai, kecepatan merespons persoalan masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab kepemimpinan sekaligus upaya memastikan pelayanan pemerintahan berjalan lebih efektif. (NS)




