PASI Maluku Bidik Kebangkitan Atletik, Targetkan Prestasi Lebih Baik di PON 2028
IMG_20261107_133750_485

AMBON,NUNUSAKU.ID,– Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Maluku periode 2026-2030 resmi dilantik, Sabtu (7/11/26). Pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ini menjadi momentum kebangkitan atletik Maluku untuk kembali bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Ketua Umum PASI Maluku, Levinus Kariuw menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya memiliki tanggungjawab besar untuk membenahi organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atletik Maluku.

Levinus menjelaskan, pelantikan yang semestinya dilaksanakan awal Oktober 2026 terpaksa ditunda akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Maluku.

Meski demikian, pihaknya telah mulai menjalankan tanggungjawab organisasi sejak Agustus 2026 pasca terpilih dan konsolidasi pengurus berjalan.

“Sejak Agustus kami sudah mengambil tanggung jawab. Dalam perjalanan itu, kami langsung diperhadapkan dengan Kejurnas Atletik Junior dan berhasil membawa pulang dua medali emas,” ungkap Levinus.

Ia mengatakan, agenda berikutnya adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Senior yang akan berlangsung di Jakarta pada November 2026 ini. Untuk mengikuti kejuaraan tersebut, PASI Maluku akan mengirimkan empat atlet terbaik.

Levinus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PASI Kabupaten/Kota yang telah memberi mandat dan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi atletik Maluku.

Menurutnya, tantangan besar yang harus dijawab kepengurusan baru adalah meningkatkan capaian prestasi atletik Maluku pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Jakarta.

Pasalnya, pada PON sebelumnya 2024, atletik Maluku hanya mampu menyumbangkan satu medali perunggu.

“Kita harus bekerja lebih keras agar prestasi atletik Maluku ke depan bisa meningkat,” tegasnya.

Dalam pembenahan organisasi, PASI Maluku juga akan mempercepat pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) di sejumlah daerah yang masa kepengurusannya telah berakhir, yakni Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru, Buru, Buru Selatan, dan Seram Bagian Barat.

Sementara itu, Kota Ambon, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, dan Maluku Tengah telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses pelantikan kepengurusan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI Maluku, Sam Latuconsina, menyambut positif pelantikan kepengurusan baru PASI Maluku. Ia berharap kepemimpinan Levinus Kariuw dapat menjadi energi baru bagi kebangkitan atletik di Maluku.

Menurut Sam, mengelola dan memajukan olahraga di Maluku membutuhkan pengorbanan, komitmen, serta kecintaan yang besar terhadap dunia olahraga.

“Hanya orang gila yang mau berkorban untuk olahraga di Maluku. Karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai, kepengurusan baru PASI Maluku menjadi salah satu harapan untuk mengembalikan kejayaan atletik Maluku, baik di tingkat regional maupun nasional.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Organisasi PB PASI, Umaryono mengingatkan, atletik Maluku memiliki tradisi prestasi yang patut dipertahankan. Menurutnya, atletik Maluku selalu mampu menyumbangkan medali pada setiap penyelenggaraan PON.

Namun, tantangan berikutnya sudah berada di depan mata. Pada 2027 mendatang, akan dilaksanakan babak kualifikasi PON. PB PASI sendiri telah menyiapkan kalender pertandingan dengan tiga tahapan kualifikasi yang harus dipelajari dan dipersiapkan secara serius oleh PASI Maluku.

Umaryono juga menekankan dua agenda penting yang wajib menjadi perhatian kepengurusan baru, yakni mengikuti Kejurnas Atletik Senior pada November 2026 dan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PASI di Jakarta pada bulan yang sama.

Ia optimistis, dibawah kepemimpinan Levinus Kariuw, PASI dan atletik Maluku dapat berkembang lebih baik, mengingat komitmen dan kecintaannya terhadap olahraga atletik.

“Saya yakin dan percaya dibawah kepemimpinan Pak Levinus yang gila olahraga dan atletik, atletik Maluku akan maju dan berkembang. Bekerjalah dengan jujur, akuntabel, konsisten, serta terukur,” pesannya.

Umaryono turut mengingatkan bahwa PON 2028 akan berlangsung di Jakarta. Karena itu, PASI Maluku harus mempersiapkan atlet sejak dini melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi dan kejuaraan sebagai bagian dari proses pembinaan.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan, Maluku memiliki potensi besar di bidang olahraga, termasuk cabang olahraga atletik. Namun, ia tidak menampik bahwa prestasi olahraga Maluku dalam beberapa waktu terakhir mengalami kemunduran.

Karena itu, menurutnya, diperlukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari aspek organisasi, pembinaan atlet, maupun penyelenggaraan kompetisi.

“Kita harus fokus membenahi olahraga Maluku secara benar-benar. Dibawah kepemimpinan Ketua KONI Maluku dan Ketua PASI, kita berharap olahraga dapat menjadi salah satu sektor yang membantu pemerintah dalam membangun daerah,” kata Lewerissa.

Gubernur juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku melalui KONI akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) pada 2027 mendatang. Pelaksanaannya akan mengedepankan prinsip efisiensi, namun tetap menjaga konsistensi dan kualitas penyelenggaraan.

Ia optimistis cabang olahraga (Cabor) atletik dapat kembali menjadi penyumbang medali bagi Maluku pada PON mendatang apabila pembinaan dilakukan secara konsisten, sistematis, dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Lewerissa meminta PASI Maluku memberikan perhatian serius terhadap pembinaan atlet usia dini dengan memfasilitasi berbagai kegiatan dan kompetisi bagi anak-anak.

Menurutnya, pembinaan sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kita dorong kompetisi untuk anak usia dini. Pemerintah Provinsi Maluku siap mendukung penuh PASI Maluku,” tandasnya.

Melalui kepengurusan baru ini, diharapkan PASI Maluku tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga mampu membangun sistem pembinaan atlet yang terarah dan berkesinambungan demi mengembalikan kejayaan atletik Maluku pada PON 2028. (NS)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email