
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola perkoperasian. Melalui inovasi PA’KOP BACARITA (Penilaian Kesehatan Koperasi, Basis Data, Capaian, dan Informasi Terintegrasi), pembinaan dan pengawasan koperasi kini diarahkan lebih modern, terukur, serta berbasis data digital.
Inovasi yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon ini menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan pengelolaan data koperasi yang selama ini masih tersebar dan belum optimal dimanfaatkan sebagai dasar pembinaan maupun pengawasan berbasis risiko.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, Siegers Vebyana menjelaskan, PA’KOP BACARITA merupakan Proyek Perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.
Menurut Siegers, inovasi tersebut menghadirkan dashboard digital terintegrasi yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna.
“Melalui PA’KOP BACARITA, Pemkot Ambon menghadirkan dashboard digital terintegrasi, yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna,” jelasnya di Ambon, Kamis (5/11).
Dashboard tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari hasil penilaian kesehatan koperasi, pemetaan profil risiko, rekomendasi pembinaan, hingga pemantauan kondisi koperasi.
Bahkan, sistem ini dilengkapi early warning system berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi potensi persoalan koperasi sekaligus mendukung penyusunan rekomendasi pembinaan.
Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kondisi setiap koperasi secara lebih cepat dan menentukan bentuk intervensi pembinaan sesuai persoalan serta kebutuhan masing-masing.
Siegers mengungkapkan, selama ini data hasil penilaian kesehatan koperasi masih tersebar sehingga pemanfaatannya dalam proses pembinaan dan pengawasan belum berjalan maksimal.
“Karena itu, melalui PA’KOP BACARITA, seluruh data tersebut diintegrasikan ke dalam satu sistem yang menyediakan informasi profil koperasi, hasil penilaian kesehatan, pemetaan risiko, hingga rekomendasi pembinaan,” tandasnya.
Pengembangan inovasi ini dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan Tim Efektif, identifikasi proses bisnis dan inventarisasi data, standardisasi serta validasi data, pengembangan prototipe dashboard, hingga penyusunan standar operasional prosedur dan panduan penggunaan.
Tidak hanya mengandalkan pengembangan teknologi, inovasi ini juga diperkuat melalui penyusunan Peraturan Wali Kota Ambon tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi.
Regulasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong akuntabilitas, transparansi, dan ketertiban administrasi pengelolaan keuangan koperasi.
Selanjutnya, dilakukan uji coba dashboard, sosialisasi, serta bimbingan teknis kepada aparatur dan pengurus koperasi. Tahapan ini bertujuan memastikan sistem dapat digunakan sesuai kebutuhan sekaligus memperoleh masukan untuk penyempurnaan fitur dan kualitas penyajian informasi.
“Masukan dari para pengguna juga menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan fitur dan kualitas penyajian informasi,” ungkap Siegers.
Ia menegaskan, PA’KOP BACARITA tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan data, tetapi juga instrumen analisis dan pendukung pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembinaan koperasi.
Melalui inovasi ini, pola pembinaan yang sebelumnya cenderung dilakukan secara umum dan manual diarahkan menjadi pembinaan berbasis profil risiko. Dengan demikian, setiap koperasi dapat memperoleh perhatian dan penanganan sesuai kondisi serta tingkat permasalahan yang dihadapi.
Pengambilan keputusan pemerintah juga diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan mengacu pada data dan bukti (evidence-based decision making).
Dari sisi pemerintah daerah, penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya administrasi, mempercepat pengolahan serta penyajian laporan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya pembinaan.
Sementara bagi koperasi, hasil penilaian kesehatan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kelemahan pengelolaan organisasi, meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola keuangan, serta memperkuat kepercayaan anggota.
Jika diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan, perbaikan tata kelola tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kinerja usaha koperasi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Siegers menambahkan, keberhasilan PA’KOP BACARITA membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemkot Ambon, Tim Efektif, aparatur pembina dan pengawas koperasi, pengurus koperasi, hingga mitra pendukung teknologi.
Dukungan Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon selaku Mentor Proyek Perubahan juga menjadi faktor penting dalam memperkuat implementasi dan keberlanjutan inovasi tersebut.
Ke depan, PA’KOP BACARITA diarahkan menjadi bagian permanen dari sistem kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon melalui pemutakhiran data secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan analisis tren kesehatan koperasi, serta integrasi dengan sistem informasi terkait.
Inovasi ini bahkan diharapkan dapat menjadi model pengelolaan data perkoperasian yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi oleh daerah lain.
“Melalui PA’KOP BACARITA, kita ingin memastikan bahwa data kesehatan koperasi tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembinaan yang tepat sasaran demi mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.
Melalui proyek perubahan ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon berkomitmen membangun sistem pembinaan dan pengawasan koperasi yang lebih modern, responsif, transparan, serta berorientasi pada data dan hasil.
Kehadiran PA’KOP BACARITA sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Ambon dalam mempercepat transformasi digital pelayanan publik, memperkuat ekosistem perkoperasian, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (NS/MC)




