
BALI,NUNUSAKU.ID,- Pemerintah Provinsi Maluku dibawah komando Gubernur Hendrik Lewerissa mulai memperluas jangkauan promosi pariwisata dan produk ekonomi kreatif ke panggung internasional.
Salah satu langkah strategis dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas gerai (booth) Bank Mandiri di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebagai ruang promosi potensi unggulan Maluku kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Langkah tersebut dilakukan langsung Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam kunjungan kerja di Bali, Minggu (1/11/26). Gubernur didampingi Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Melkias Lohy.
Dalam agenda tersebut, Gubernur melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Regional CEO Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, serta Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, Sunaryo.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Maluku memanfaatkan fasilitas promosi Bank Mandiri di kawasan bandara internasional tersebut untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, destinasi wisata unggulan, hingga produk ekonomi kreatif khas Maluku.
Gubernur Hendrik Lewerissa (HL) menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri dan jajaran Bea Cukai Bali Nusra atas dukungan serta fasilitasi yang diberikan dalam memperluas promosi potensi daerah Maluku.
Menurutnya, Bali memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pariwisata internasional di Indonesia. Tingginya mobilitas wisatawan domestik dan mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi peluang untuk memperkenalkan Maluku kepada pasar wisata yang lebih luas.
“Ini langkah strategis yang sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan memperkuat perekonomian daerah. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Mandiri dan Kanwil Bea Cukai Bali Nusra yang telah mendukung serta memfasilitasi ruang promosi ini,” ujar Lewerissa.

Promosi yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2026 tersebut dilaksanakan melalui skema non-budget atau tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dan instansi vertikal dalam mengembangkan potensi daerah secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Sapta Cita Lawamena, khususnya dalam memperkuat ekonomi lokal, mengembangkan industri kreatif, serta menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya bangsa.
Tidak hanya mengandalkan media promosi di gerai bandara, Gubernur HL juga turun langsung menyapa para penumpang yang baru tiba maupun yang akan melakukan penerbangan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan Maluku sebagai daerah dengan kekayaan wisata bahari, budaya, sejarah, serta potensi ekonomi kreatif yang layak menjadi tujuan kunjungan.
Gubernur berharap, promosi di ruang strategis berstandar internasional ini dapat meningkatkan eksposur destinasi wisata Maluku, menarik minat kunjungan wisatawan, memperluas peluang investasi, sekaligus membuka akses pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha dan produk lokal.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun pola promosi yang lebih inovatif dengan mengedepankan kolaborasi dan pemanfaatan jejaring strategis, tanpa selalu bergantung pada pembiayaan APBD.
Dengan demikian, kekayaan alam dan budaya Maluku diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kebanggaan masyarakat di wilayah timur Indonesia, tetapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Maluku bukan sekadar destinasi, tetapi pesona Indonesia dari Timur yang siap dikenal dan dikunjungi dunia. (NS)





