Dari Keluarga Ekonomi Lemah, Christina Pattinama Buktikan Lulus Cepat di Unpatti dengan IPK 3,84
IMG_20261102_133140_606

AMBON,NUNUSAKU.ID,– Prestasi membanggakan ditorehkan Christina Pattinama, lulusan terbaik dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura (Unpatti) yang diwisuda bersama ribuan lulusan sarjana, pasca sarjana, doktor dan profesi Unpatti, Senin (2/11/26).

Christina berhasil menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dalam masa studi hanya tiga tahun sepuluh bulan atau kurang dari empat tahun.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras, ketekunan, serta komitmennya dalam memanfaatkan kesempatan pendidikan melalui program beasiswa kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah yang dibiayai pemerintah sejak semester pertama hingga semester delapan.

Christina mengaku, perjuangannya memperoleh beasiswa dimulai sejak proses penerimaan mahasiswa baru. Saat itu, ia bersama sejumlah calon mahasiswa lainnya berupaya melengkapi seluruh persyaratan administrasi untuk mengikuti seleksi beasiswa.

Berkat ketekunan dan persiapan yang dilakukan, berkas yang diajukannya dinyatakan lolos seleksi. Ia pun mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan dengan dukungan pembiayaan pemerintah hingga menyelesaikan studinya.

“Awalnya saya berjuang mengurus berkas bersama teman-teman yang saat itu masih calon mahasiswa baru. Puji Tuhan, berkas yang saya masukkan diterima dan saya mendapat beasiswa dari semester satu sampai delapan,” ungkap Christina kepada wartawan usai wisuda, Senin (2/11).

Menurutnya, perjalanan selama menjalani perkuliahan tentu tidak selalu berjalan mudah. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kesulitan menemui dosen, mengejar materi perkuliahan, hingga menyelesaikan berbagai tugas akademik.

Namun, dukungan orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus bertahan dan menyelesaikan pendidikan.

Christina juga mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarga yang tergolong menengah menjadi salah satu alasan kuat baginya untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan beasiswa tersebut.

Ayahnya bekerja sebagai petugas keamanan di kantor telekomunikasi, sementara dukungan dan doa sang ibu yang hanya mengurus rumah tangga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.

Ia mengakui, ada masa-masa sulit yang harus dilalui, terutama ketika menghadapi pergumulan dan keraguan dalam diri sendiri. Namun, ia memilih untuk tetap melangkah dan tidak menyerah.

“Penolakan yang paling sering saya hadapi justru berasal dari dalam diri sendiri. Tetapi berkat dukungan orang tua, keluarga, dan orang-orang sekitar, saya bisa tetap berdiri dan melangkah maju,” tuturnya.

Keberhasilannya menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat juga tidak terlepas dari dukungan Program Studi Manajemen. Melalui pengaturan pengambilan mata kuliah, sejumlah mata kuliah dapat diselesaikan lebih awal sehingga pada tahap akhir perkuliahan ia dapat lebih fokus mengerjakan skripsi.

Dibalik prestasi akademik tersebut, Christina menyimpan harapan besar terhadap masa depan pendidikan di Maluku. Ia berharap pemerintah semakin memperhatikan pemerataan kesempatan beasiswa, terutama bagi anak-anak daerah yang memiliki potensi dan layak memperoleh dukungan pendidikan.

Menurutnya, pemberian beasiswa harus mampu menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Maluku agar semakin banyak putra-putri daerah mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

“Saya berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan masyarakat di daerah, khususnya mereka yang benar-benar layak mendapatkan beasiswa. Kita ingin pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Maluku sehingga semakin banyak bibit unggul dari anak-anak asli Maluku yang kelak dapat membangun daerahnya sendiri,” ujarnya.

Sebagai putri daerah dan alumni perguruan tinggi di Maluku, Christina mengaku bangga menjadi bagian dari generasi muda Maluku. Ia berharap ke depan semakin banyak anak daerah yang memiliki kesempatan untuk tampil, berkompetisi, dan mengambil peran penting dalam pembangunan negeri.

Kepada mahasiswa dan penerima beasiswa lainnya, Christina berpesan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah.

Ia mengingatkan, beasiswa bukan sekadar bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga amanah dan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan.

“Teruslah belajar dan manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Jadikan beasiswa ini sebagai motivasi untuk meraih cita-cita dan mimpi, serta membanggakan keluarga maupun tanah air,” pesannya.

Kedepan, Christina berharap dapat kembali memperoleh kesempatan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2). Ia juga memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha.

Baginya, prestasi yang diraih saat ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk menggapai mimpi yang lebih besar sekaligus membuktikan bahwa anak-anak Maluku mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi masa depan daerah. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email