
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Sebanyak 1.713 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) diwisudakan pada Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Oktober tahun akademik 2026.
Para lulusan diharapkan tidak sekadar membawa pulang gelar akademik, tetapi mampu menjadi agen perubahan, melahirkan inovasi, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura yang berlangsung di Auditorium Unpatti, Ambon, Senin (2/11).
Wisuda kali ini menjadi momentum istimewa dengan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus tokoh perdamaian nasional, Muhammad Jusuf Kalla.
Kehadiran tokoh nasional tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para lulusan dalam mengembangkan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.
Leiwakabessy menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Jusuf Kalla yang telah meluangkan waktu menghadiri momentum akademik di kampus orang basudara tersebut.
Menurutnya, perjalanan pengabdian Jusuf Kalla kepada bangsa dan negara, terutama dalam bidang kepemimpinan, perdamaian, kedisiplinan, serta kerja nyata, merupakan teladan berharga bagi generasi muda.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sangat relevan bagi para lulusan ketika memasuki dunia kerja dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Momentum wisuda hari ini bukan sekadar seremoni pelepasan akademik, tetapi menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan kemampuan, integritas, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Dari total 1.713 lulusan, sebanyak 1.621 merupakan lulusan program sarjana, 70 magister, enam doktor, satu lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta 15 lulusan pendidikan profesi dokter.
Selain itu, terdapat 56 lulusan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan 51 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Leiwakabessy menilai capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unpatti dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai wilayah Maluku.
Namun, ia mengingatkan, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan tiga pilar utama transformasi yang terus diperkuat Unpatti.
Pertama, akselerasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Fokus ini diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan, kesempatan memperoleh pekerjaan layak, pengalaman mahasiswa di luar kampus, keterlibatan dosen dalam dunia profesional, serta hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri.
Kedua, penguatan dan pengembangan mutu akademik melalui penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penguatan ekosistem riset, peningkatan kolaborasi dosen dan mahasiswa, serta integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Melalui langkah tersebut, Unpatti ingin memastikan setiap lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teoritis, tetapi juga ketajaman analisis, etika profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ketiga, transformasi menuju World Class University atau universitas berkelas dunia. Upaya ini dilakukan melalui penguatan jejaring internasional, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi global, mobilitas internasional mahasiswa dan dosen, serta penguatan tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel.
“Saat ini, Unpatti telah memiliki 19 program studi dengan akreditasi unggul. Sementara itu, sebanyak 18 program studi lainnya tengah diusulkan untuk mengikuti proses akreditasi internasional,” tandas Rektor.
Dari sisi sumber daya manusia, Unpatti saat ini memiliki 1.343 aparatur sipil negara (ASN), terdiri atas 127 guru besar, dengan 95 di antaranya merupakan guru besar aktif.
Jumlah dosen bergelar doktor tercatat sebanyak 423 orang, sedangkan dosen bergelar magister mencapai 756 orang. Selain itu, terdapat 150 dosen dengan kualifikasi lainnya dan 80 dosen yang belum berkualifikasi magister.
Untuk tenaga kependidikan, Unpatti memiliki 220 PNS, 486 PPPK penuh waktu, 160 PPPK paruh waktu, serta 203 tenaga kependidikan berstatus belum tetap.
Sementara itu, jumlah mahasiswa aktif pada tahun akademik 2026/2027 mencapai 32.842 orang.
Rektor turut mengapresiasi sejumlah dosen yang berhasil meraih gelar doktor, baik melalui pencapaian pada periode sebelumnya maupun yang turut diwisuda pada Oktober 2026. Peningkatan kualifikasi akademik tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan daya saing Unpatti.
“Gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tekan Rektor di hadapan ribuan wisudawan dan keluarga.
Para lulusan juga diminta untuk tidak berhenti belajar, terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Universitas Pattimura. Menurutnya, keberhasilan para lulusan merupakan buah dari perjuangan bersama mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga.
Apresiasi turut disampaikan kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, LLDIKTI Wilayah XII, serta seluruh mitra perguruan tinggi yang selama ini mendukung pengembangan Unpatti.
Leiwakabessy berharap, 1.713 lulusan yang diwisuda tidak hanya membawa pulang ijazah dan gelar akademik, tetapi juga semangat pengabdian untuk membangun daerah.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan menjadi generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan dan masa depan Maluku. (NS)





