Dari Jembatan Amerika, Laha Suang Menyalakan Harapan Baru Ekonomi Kota Ambon
IMG-20261101-WA0006

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Pagi di kawasan Jembatan Amerika, Negeri Laha, Kota Ambon, Sabtu (31/10/26), terasa berbeda. Ditengah suasana pesisir yang menyimpan kekayaan alam dan tradisi masyarakat, denyut ekonomi lokal mulai menemukan panggungnya melalui Festival UMKM Laha Suang.

Di tempat ini, tradisi, potensi negeri, dan harapan masyarakat bertemu dalam satu ruang. Berbagai potensi lokal tidak sekadar diperkenalkan, tetapi juga diangkat sebagai kekuatan untuk membangun ekonomi masyarakat dan memperkenalkan Negeri Laha lebih luas kepada publik.

Festival yang digagas Perempuan Indonesia Maju (PIM) Maluku tersebut mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri, Berdampak untuk Masyarakat.”

Sebuah semangat yang menggambarkan bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh dari kekayaan dan kemampuan yang telah dimiliki masyarakat di tingkat negeri.

Dibalik penyelenggaraan festival ini, ada pesan penting tentang bagaimana sebuah wilayah dapat berkembang ketika masyarakat, pemerintah negeri, dan berbagai pemangku kepentingan memilih untuk berjalan bersama.

Hal inilah yang mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela saat menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah PIM bersama Pemerintah Negeri (Pemneg) Laha yang dinilainya mampu hadirkan sebuah kegiatan bermakna sekaligus membuka peluang pengembangan potensi daerah.

Bagi Tamaela, Festival UMKM Laha Suang bukan sekadar kegiatan pameran atau perayaan lokal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa setiap negeri di Kota Ambon sesungguhnya memiliki kekuatan tersendiri yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi maupun pariwisata.

“Luar biasa, ini sesuatu hal yang bermakna dan berpotensi menjadi daya tarik buat daerah yang lain. Desa-desa di Kota Ambon juga dapat mengkreasikan wilayahnya masing-masing, melihat potensi yang ada, kemudian menjadikannya sebagai ikon dengan melibatkan stakeholder terkait,” ungkapnya.

Ia melihat, potensi suatu negeri tidak akan berkembang maksimal apabila hanya mengandalkan kemampuan masyarakat secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan ruang kolaborasi, dukungan pemerintah, serta keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Dalam konteks itulah, Tamaela memberikan penghargaan terhadap sinergi yang dibangun PIM Maluku dan Pemneg Laha. Kolaborasi tersebut dinilainya menjadi gambaran bagaimana gagasan dan kepedulian dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang.

“Masyarakat tidak bisa sendiri kembangkan potensinya. Nah, kolaborasi antara Pemneg Laha dengan PIM patut kita apresiasi,” ujarnya.

Namun, daya tarik Negeri Laha sesungguhnya tidak hanya terletak pada festival yang berlangsung hari itu. Ada kekayaan pesisir, aktivitas nelayan, hingga pengalaman menikmati ikan segar yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Tamaela juga menyoroti keberadaan destinasi wisata Los Kasih di Negeri Laha yang menurutnya semakin mendapatkan perhatian masyarakat. Festival UMKM Laha Suang menjadi momentum tambahan untuk memperkenalkan kawasan tersebut sebagai salah satu tujuan wisata yang memiliki daya tarik tersendiri.

Baginya, pengalaman menikmati suasana pagi di Laha memiliki keunikan yang tidak selalu ditemukan di tempat lain. Masyarakat yang melintas pada dini hari kerap singgah untuk menikmati sarapan sekaligus menyaksikan hasil tangkapan nelayan yang baru didaratkan.

Ikan segar yang langsung dapat dinikmati menjadi salah satu daya tarik yang memperkuat karakter wisata Negeri Laha. Sebuah potensi sederhana, tetapi memiliki nilai ekonomi dan pengalaman wisata yang dapat terus dikembangkan.

Ini sekaligus memberikan promosi wisata Los Kasih Desa Laha yang sudah viral, tambah viral lagi. Terbukti, setiap orang yang keluar dini hari pasti mampir ke sini untuk sarapan pagi dan menikmati proses hasil tangkapan yang dibawa ke darat, langsung menikmati ikan segarnya. Ini luar biasa menarik, jelas Tamaela.

Dari pengalaman itu, tersimpan peluang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Ketika potensi wisata diperkenalkan secara lebih luas, maka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, nelayan, dan masyarakat setempat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi juga semakin terbuka.

Tamaela berharap, apa yang dilakukan di Laha menginspirasi negeri-negeri lain di Kota Ambon. Setiap wilayah, menurutnya, perlu berani kenali kekuatan yang dimiliki, mengembangkan kreativitas, serta membangun kerjasama agar potensi lokal tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah harus terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk memperkuat UMKM dan ekonomi kerakyatan.

“Kami berharap hal-hal serupa bisa terjadi di wilayah lain. Setiap desa memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Pemerintah harus terus bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengembangkan potensi UMKM. Ekonomi kerakyatan itulah yang harus dikembangkan di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Festival UMKM Laha Suang pada akhirnya menghadirkan pesan bahwa kemajuan sebuah negeri dapat berawal dari keberanian mengangkat potensi sendiri.

Tradisi yang dijaga, kekayaan alam yang dikelola, kreativitas masyarakat yang diberi ruang, serta kolaborasi yang dibangun dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Dari kawasan Jembatan Amerika, Negeri Laha tidak hanya memperlihatkan kekayaan dan keunikan yang dimilikinya. Lebih dari itu, festival ini menjadi gambaran tentang harapan baru, bahwa potensi negeri dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola bersama dan diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebab, membangun sebuah negeri bukan hanya tentang menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga tentang menghidupkan tradisi, membuka peluang, dan memastikan masyarakat menjadi bagian utama dari setiap proses pembangunan. (NS-02)

Views: 12
Facebook
WhatsApp
Email