Ditengah Perubahan Zaman, GPdI Maluku Perkuat Fondasi Keluarga Lewat Seminar
IMG-20261027-WA0005

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Perubahan zaman menghadirkan tantangan tersendiri bagi kehidupan keluarga. Ditengah perkembangan sosial yang terus bergerak, keluarga tetap menjadi ruang pertama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai iman, dan mempersiapkan generasi masa depan.

Kesadaran inilah yang mendorong Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Maluku memperkuat pembinaan keluarga melalui Seminar Keluarga GPdI Maluku di Kota Ambon.

Seminar dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Selas (27/10) hingga Kamis (29/10/26) di Gedung Balai Diklat Keagamaan Kota Ambon.

Ketua Panitia Penyelenggara, Michael Timpal mengatakan, seminar ini inisiatif Majelis Daerah GPdI Maluku untuk menjawab pentingnya peran keluarga dalam kehidupan masyarakat maupun pelayanan gereja di tengah dinamika perkembangan zaman.

Menurut Timpal, pembinaan keluarga perlu mendapat perhatian serius karena keluarga memiliki peran mendasar dalam membangun kehidupan yang baik, termasuk membentuk karakter anak dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam rumah tangga.

“Kalau melihat dinamika perkembangan zaman, peran keluarga itu sangat penting. Oleh karena itu, kami mencari waktu dan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Timpal.

Ia menjelaskan, GPdI Maluku memiliki sekitar 100 gembala atau ketua majelis jemaat yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Maluku. Jaringan pelayanan tersebut menjadi potensi besar untuk memperluas pembinaan keluarga agar manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelayanan masing-masing jemaat.

Bagi panitia, keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata diukur dari terselenggaranya acara, melainkan dari sejauh mana materi dan pesan pembinaan dapat memberikan dampak bagi kehidupan keluarga serta pelayanan para gembala di wilayah masing-masing.

“Kami berharap kegiatan ini nantinya dapat berdampak pada pelayanan-pelayanan yang ditetapkan oleh para gembala,” katanya.

Seminar Keluarga GPdI Maluku berlangsung selama tiga hari. Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan ditutup dengan ibadah perjamuan kudus sebagai bagian dari agenda rohani yang telah disiapkan panitia.

Pelaksanaan seminar ini menjadi salah satu langkah GPdI Maluku dalam mendorong penguatan pelayanan yang menyentuh kehidupan keluarga.

Sebab, keluarga yang dibangun dengan nilai-nilai iman, tanggung jawab, dan karakter yang baik diharapkan mampu menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi secara positif.

Timpal menegaskan, perhatian GPdI Maluku terhadap pembinaan jemaat tidak hanya terbatas pada keluarga. Organisasi tersebut juga memiliki berbagai program yang menyasar generasi muda dan anak-anak sejak usia dini.

Program pembinaan pemuda, pembentukan karakter anak, serta kegiatan rohani lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas generasi penerus agar tumbuh dengan mentalitas dan nilai kehidupan yang baik.

“Program kami bukan hanya membangun keluarga. Ada juga program membangun pemuda, membangun anak sejak dini, membentuk mentalitas anak yang baik, serta kegiatan-kegiatan rohani lainnya,” jelasnya.

Melalui berbagai program tersebut, GPdI Maluku berupaya menjadikan pelayanan gereja sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan jemaat secara lebih luas.

Selain memperkuat program internal, GPdI Maluku juga membuka peluang kerjasama dengan gereja lain untuk memperluas jangkauan pelayanan. Salah satu rencana yang disampaikan Timpal ialah kolaborasi dengan Gereja Bethel Indonesia (GBI).

Ia mengungkapkan, komunikasi awal mengenai rencana tersebut telah dilakukan bersama Ketua Daerah GBI. Kolaborasi itu direncanakan berlangsung pada akhir 2026 atau awal 2027, meskipun jadwal pelaksanaannya masih tentatif.

Menurut Timpal, kesamaan arah pelayanan dalam lingkungan gerakan Pentakosta menjadi salah satu landasan untuk membangun kerja sama dan mempererat hubungan antargereja.

“Kalau Pentakosta, GPdI dan GBI, kita berada dalam satu arah yang sama,” ujarnya.

Rencana kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi penguatan kebersamaan, pertukaran gagasan, dan pelaksanaan program pelayanan yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Dukungan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Ambon, serta sejumlah institusi terkait turut diapresiasi panitia dalam pelaksanaan Seminar Keluarga GPdI Maluku. Dukungan tersebut dinilai membantu kelancaran kegiatan sekaligus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pelayanan.

Bagi GPdI Maluku, seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk mempertegas bahwa pembinaan keluarga merupakan bagian penting dari pembangunan karakter dan penguatan kehidupan rohani.

Lebih dari sekadar agenda tiga hari, kegiatan ini diharapkan membawa pesan yang berkelanjutan bagi para gembala dan jemaat: membangun keluarga berarti turut mempersiapkan generasi masa depan.

Dengan memperkuat pembinaan keluarga, pemuda, dan anak sejak usia dini, GPdI Maluku berharap pelayanan gereja dapat semakin relevan dalam menjawab tantangan zaman serta menghadirkan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Maluku. (NS-02)

Views: 11
Facebook
WhatsApp
Email