
AMBON,NUNUSAKU.ID,— Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon terus memperkuat transformasi kelembagaan untuk menjadi perguruan tinggi yang kompetitif, adaptif terhadap perkembangan global, serta mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang menjawab kebutuhan masyarakat, gereja, dan bangsa.
Komitmen tersebut ditegaskan Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., dalam pidatonya pada wisuda periode III tahun 2026 sekaligus peringatan Dies Natalis ke-VIII IAKN Ambon di auditorium kampus Halong Atas, Selasa (27/10/26).
Dalam momentum delapan tahun perjalanan institusi tersebut, Elka menekankan pentingnya penguatan kualitas pendidikan tinggi, literasi digital, kemampuan beradaptasi, serta pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning sebagai bekal menghadapi dinamika perubahan global.
Pada kesempatan itu, IAKN Ambon secara resmi melepas 161 wisudawan/ti untuk memasuki dunia pengabdian ditengah masyarakat, Gereja, dan bangsa.
“Momentum wisuda dan Dies Natalis ke-VIII ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus bergerak menanggapi globalisasi, membawa lembaga ini ke tingkat lebih kompetitif, serta menjawab tuntutan pembangunan berkelanjutan dengan menghasilkan SDM unggul,” ujar Elka.
Perkuat Fondasi Menuju Universitas Kristen Negeri Ambon
Elka mengatakan, perjalanan IAKN Ambon menuju perubahan status menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN) Ambon membutuhkan kerja bersama, pembenahan sistem, serta komitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan institusi tidak cukup hanya berorientasi pada perubahan status kelembagaan, tetapi harus diikuti peningkatan mutu akademik, tata kelola yang transparan dan akuntabel, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran.
“Kami tetap terus bergerak dengan penataan kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan akademik, pengelolaan kelembagaan yang berkualitas, transparan dan akuntabel, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan sarana dan prasarana dan fasilitas pendukung pembelajaran,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya juga berupaya membangun budaya kerja yang sehat, terbuka, dan kolaboratif. Setiap unsur dalam institusi diharapkan dapat bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, dengan mekanisme evaluasi berkala agar berbagai persoalan dapat ditangani secara tepat.
Saat ini, IAKN Ambon tengah menyusun standar perguruan tinggi, diferensiasi misi, serta mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis risiko yang berorientasi pada input, proses, output, outcome, hingga dampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penjaminan mutu internal maupun eksternal berjalan lebih tertata, didukung dokumentasi yang akurat, serta menjadi bukti pelaksanaan peningkatan kualitas pendidikan secara berkesinambungan.
Pembenahan Akademik dan Penguatan SDM
Dalam upaya meningkatkan mutu akademik, IAKN Ambon terus melakukan pembenahan terhadap program studi, pengembangan kompetensi dosen, serta penyesuaian bidang keilmuan dengan kebutuhan masyarakat.
Elka menyampaikan, penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi salah satu perhatian penting dalam perjalanan institusi. Saat ini, terdapat 10 dosen yang sedang menempuh pendidikan lanjut maupun berada dalam proses penyelesaian studi.
Selain itu, sejumlah dosen tengah mempersiapkan studi lanjut melalui pengayaan kemampuan bahasa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualifikasi akademik.
“Kabar baik juga datang dari salah satu dosen IAKN Ambon, Nelzano Latupeirissa, yang pada Oktober 2026 telah menyelesaikan pendidikan doktoral pada Program Studi Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ia meraih gelar doktor melalui disertasi berjudul Sei Hale Hatu Hatu Lisa Pei,” bebernya.
Menurut Elka, peningkatan kapasitas SDM juga diarahkan untuk mendukung pengembangan bidang keilmuan baru yang dibutuhkan IAKN Ambon, antara lain Pariwisata Budaya dan Agama, Sistem Informasi, Teknik Industri, dan Arsitektur.
Namun, ia mengakui upaya pengembangan SDM dan pemenuhan kebutuhan institusi menghadapi tantangan efisiensi anggaran, termasuk belum dibukanya kembali penerimaan dosen PNS.
Disisi lain, IAKN Ambon terus berupaya memperkuat penjaminan mutu program studi dan tata kelola akademik agar proses pengembangan institusi menuju universitas dapat berjalan semakin terarah.
Kampus Harus Menjadi Pusat Pemikiran Kritis
Lebih jauh, Elka menegaskan, perguruan tinggi harus menjadi ruang yang dinamis bagi pengembangan pengetahuan, pemikiran kritis, penelitian, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Ia berharap IAKN Ambon dapat terus membangun lingkungan akademik yang menghargai keberagaman, membuka ruang dialog, serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menjawab berbagai tantangan global.
Menurutnya, penguasaan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan prinsip etika dan tanggung jawab sosial. Pengetahuan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi harus diterjemahkan menjadi solusi praktis yang meningkatkan kualitas hidup dan mendukung keberlanjutan.
“Kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk orang tua dan wali mahasiswa, juga dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan institusi,” tegasnya.
Elka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan IAKN Ambon selama delapan tahun terakhir. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun kerja sama yang terbangun selama ini.
Dirinya berharap dukungan masyarakat terhadap IAKN Ambon terus diperkuat sehingga semakin banyak generasi muda dari Maluku, Papua, Sumatera, Sulawesi, Jawa, dan Kalimantan yang memilih kampus tersebut sebagai tempat membangun masa depan.
Kepada Wisudawan, Jangan Berhenti Belajar
Di hadapan 161 wisudawan/ti, Elka mengingatkan wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengabdikan pengetahuan.
Ia mengakui, bekal yang diperoleh selama perkuliahan mungkin belum cukup untuk menghadapi seluruh kompleksitas kehidupan. Karena itu, para lulusan dituntut untuk tetap terbuka terhadap perubahan, mengembangkan kompetensi, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Masyarakat yang semakin maju saat ini menuntut para wisudawan dan wisudawati untuk bergerak secara lincah dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Namun, tetaplah memegang nilai-nilai bersama kita, bahwa cara kita memuliakan Allah adalah dengan memanusiakan manusia,” tegasnya.
Elka menambahkan, SDM unggul bukan semata-mata mereka yang memiliki kemampuan akademik dan keahlian profesional, melainkan juga mereka yang mampu bekerja sama lintas disiplin ilmu serta memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan masyarakat, gereja, dan bangsa.
Baginya, pendidikan merupakan proses pembalikan orientasi hidup atau conversio, yakni perjalanan dari ketidaktahuan menuju kebijaksanaan, kemudian dari kebijaksanaan menuju tanggung jawab sosial.
“Pendidikan membentuk jiwa yang mampu melihat kebenaran dan bertindak berdasarkan pengetahuan,” tuturnya.
Apresiasi bagi Orang Tua dan Masyarakat
Tak lupa, Elka turut menyampaikan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika yang telah mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Penghargaan khusus juga disampaikan kepada orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada IAKN Ambon.
Dalam suasana penuh haru, ia meminta para wisudawan/ti berdiri untuk memberikan penghormatan kepada orang tua, keluarga, pasangan, serta orang-orang terkasih yang telah berkorban demi keberhasilan mereka.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pencapaian akademik para lulusan tidak terlepas dari doa, dukungan, dan perjuangan keluarga.
Elka juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di kawasan Halong, Galala, dan Poka yang telah menerima serta mendukung keberadaan mahasiswa IAKN Ambon selama menempuh pendidikan.
Ia berharap hubungan baik antara kampus dan masyarakat terus terpelihara sehingga bersama-sama dapat membimbing generasi muda menjadi calon pemimpin masa depan yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Lepas 161 Alumni untuk Masyarakat, Gereja, dan Bangsa
Menutup pidatonya, Elka menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati serta keluarga yang hadir dalam momentum bersejarah tersebut.
Ia mengajak para lulusan merayakan keberhasilan dengan penuh sukacita, sebagaimana semangat lagu Gaudeamus, yang mengandung ajakan untuk bergembira, sembari tetap bersyukur atas kasih dan penyertaan Tuhan.
“Selamat kepada 161 wisudawan dan wisudawati. Kami, IAKN Ambon, secara resmi melepaskan 161 alumni kepada masyarakat, gereja, dan bangsa. Berkiprahlah dalam pertolongan dan penyertaan Tuhan Allah yang Maha Kasih,” pungkasnya.
Peringatan Dies Natalis ke-VIII ini sekaligus menjadi momentum bagi IAKN Ambon untuk memperkuat komitmen membangun institusi pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, adaptif, dan akuntabel, sekaligus mempersiapkan langkah menuju transformasi kelembagaan. (NS)





