
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Cuaca buruk disertai jarak pandang terbatas (low visibility) kembali melumpuhkan operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon.
Setelah sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan pembatalan, Senin (19/10), seluruh penerbangan pada Selasa (20/10) terpaksa dibatalkan demi menjamin keselamatan penerbangan.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon mencatat, gangguan operasional tersebut berdampak pada berbagai rute penerbangan domestik, baik menuju kota-kota besar maupun sejumlah wilayah di Maluku dan Papua.
Pada Senin (19/10), sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan (delay), meliputi rute Saumlaki, Namrole, Langgur, Sorong, Ternate, Makassar, dan Surabaya.
Sementara itu, penerbangan menuju Jakarta, Wahai, Banda Naira, dan Sanana mengalami pembatalan (cancel).
Kondisi cuaca yang belum membaik berlanjut hingga Selasa (20/10). Seluruh operasional penerbangan hari itu dibatalkan, dengan rute terdampak meliputi Jakarta, Makassar, Surabaya, Ternate, Saumlaki, Nabire, Langgur, Namlea, Sorong, Moa, dan Dobo.
Ditengah situasi tersebut, manajemen Bandara Internasional Pattimura Ambon berupaya menjaga kenyamanan penumpang yang terdampak dengan menyalurkan Service Recovery Action (SRA), berupa pembagian makanan ringan dan minuman kepada penumpang yang tertahan di terminal.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa. Ia menegaskan, keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.
“Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna jasa. Situasi bad weather dan low visibility ini sangat tidak terprediksi, namun keselamatan dan keamanan (safety and security) penerbangan mutlak menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ujar Johan, Selasa (20/10).
Menurutnya, pembagian makanan ringan dan minuman merupakan bentuk empati sekaligus inisiatif pelayanan dari pengelola bandara bagi penumpang yang terdampak anomali cuaca.
Pihak bandara juga memastikan fasilitas umum di terminal tetap terjaga, mulai dari kebersihan hingga kenyamanan suhu ruangan. Petugas disiagakan untuk membantu penumpang memperoleh informasi selama menunggu penanganan lebih lanjut dari maskapai.
“Kami berupaya semaksimal mungkin memastikan fasilitas umum tetap bersih, suhu ruangan tetap sejuk, dan petugas kami selalu bersiaga membantu penumpang sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak maskapai,” katanya.
Penumpang Diminta Hubungi Maskapai
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak bandara mengarahkan mereka menuju loket layanan pelanggan (customer service) masing-masing maskapai untuk mengurus pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule).
Manajemen Bandara Pattimura turut ingatkan masyarakat bahwa penanganan hak penumpang akibat keterlambatan maupun pembatalan penerbangan karena cuaca buruk perlu dikoordinasikan dengan maskapai terkait.
Pengelola bandara berfokus memastikan fasilitas terminal tetap berfungsi dan membantu penyampaian informasi kepada pengguna jasa, sementara penanganan tiket dan opsi perjalanan dilakukan melalui pihak maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan kondisi cuaca yang masih mengganggu operasional, calon penumpang diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara serta memastikan status penerbangan mereka guna menghindari ketidaknyamanan lebih lanjut. (NS)






