Asap Kepung Ambon, Empat Jurnalis DPRD Turun Jalan Bagi Masker-Sentil Nurani Wakil Rakyat
IMG-20261012-WA0024

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Kepulan asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Ambon dalam beberapa waktu terakhir memantik kepedulian mendalam dari kalangan pers.

Alih-alih sekadar meliput dari balik meja redaksi, sejumlah wartawan yang sehari-hari bertugas di lingkup Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon memilih turun langsung ke jalan, Senin (12/10/26).

Aksi kemanusiaan tersebut digawangi empat jurnalis: Iwan Eipepa (Nunusaku.Id), Zainal Abidin Patty (Ambon Ekspres), Idrus Ohorella (Disway Maluku), dan Sandi Passal (Maluku Expose).

Dengan penuh kehangatan, mereka membagikan masker secara gratis kepada para pengendara sepeda motor yang melintas di jalanan kota.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan murni melihat ancaman nyata yang harus dihirup oleh masyarakat di tengah jalan.

Bagi mereka, kabut asap bukanlah hal sepele yang bisa diabaikan begitu saja, melainkan sebuah darurat kesehatan yang menuntut kehadiran dan kepekaan pihak berwenang.

Di sela-sela aksi sosial tersebut, keempat jurnalis ini menyuarakan pesan tegas kepada para pemangku kebijakan, khususnya pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon.

Mereka berharap apa yang dilakukan kelompok kecil jurnalis ini mampu menjadi pemantik dan alarm bagi para wakil rakyat untuk segera bergerak turun tangan.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan himbauan tapi aksi nyata. Semoga para wakil rakyat bisa segera melaksanakan hal serupa,” ungkap mereka penuh harap.

Mereka menilai, masalah karhutla dan polusi udara yang menyertainya memiliki dampak kesehatan yang fatal jika dipandang sebelah mata.

Partikel halus dan gas beracun yang terkandung dalam asap dapat memicu berbagai risiko medis yang serius bagi warga, di antaranya Gangguan Pernapasan Akut.

Masuknya partikel halus PM2.5 serta gas beracun ke dalam paru-paru dapat memicu batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, hingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Perburukan Penyakit Kronis: Kondisi udara yang buruk terbukti memperparah penderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta memicu komplikasi gangguan jantung.

Kemudian Paparan asap secara langsung menyebabkan mata perih, merah, berair, serta memicu iritasi pada kulit.

“Ancaman bagi Kelompok Rentan: Anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit penyerta (komorbid) berada pada garis terdepan risiko kesehatan paling tinggi,” jelas Iwan.

Warga yang menerima masker bersyukur ada kepedulian dari para kuli tinta, profesi tidak mentereng seperti anggota DPRD, namun tetap peduli kepada masyarakat.

“Terima kasih. Kaka dong luar biasa, katong terbantu karena memang udara Ambon sudah tidak sehat,” akui Johan, pengojek.

Melalui aksi simpatik ini, para jurnalis DPRD Kota Ambon mendesak agar pemerintah kota bersama legislatif segera menjadikan bencana kabut asap ini sebagai atensi dan prioritas penanganan yang serius.

Ambon butuh langkah cepat, kolaboratif, dan solutif demi menyelamatkan kesehatan warganya dari kepungan kabut yang menyesakkan. (NS)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email