
AMBON,NUNUSAKU.ID,— Ditengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Maluku termasuk Kota Ambon dengan 34 titik, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa tak tinggal diam dan hanya memberi komando, namun turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat di Kota Ambon, Senin (12/10/26).
Aksi ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap pekat yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Gubernur menyusuri Jalan Pattimura hingga kawasan luar Kantor Gubernur Maluku. Masker dibagikan kepada pengendara roda dua, roda tiga, pengemudi mobil, pejalan kaki, hingga para pekerja sektor informal.
Sasaran pembagian masker juga mencakup sopir angkutan kota (angkot), tukang ojek, pengemudi becak, penyapu jalan, dan juru parkir. Sejumlah penumpang angkutan umum, termasuk pelajar tingkat SD hingga SMA serta ibu rumah tangga, turut menerima masker.
Dalam kegiatan tersebut, Hendrik didampingi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengawal pribadi (Walpri), ajudan (ADC), serta staf protokol pimpinan.
Gubernur mengatakan, imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak telah berulang kali disampaikan pemerintah. Namun, menurutnya, kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini juga membutuhkan langkah konkret untuk meminimalkan risiko paparan asap.
“Masker yang dibagi memang tak banyak, namun kita berharap itu menjadi trigger untuk membangun kesepahaman yang sama akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap pembagian masker tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi diri di tengah kondisi udara yang terpapar asap karhutla.
Warga yang harus bekerja di luar ruangan, khususnya mereka yang memiliki mobilitas tinggi, diharapkan lebih memperhatikan perlindungan kesehatan.
Paparan asap kebakaran dapat mengganggu saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan apabila tidak mendesak serta mengikuti informasi dan arahan dari instansi terkait.
Disisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku telah membuka posko penanganan karhutla yang melibatkan OPD teknis dan pemangku kepentingan terkait. Posko tersebut disiapkan untuk menindaklanjuti informasi masyarakat serta mendukung koordinasi penanganan kebakaran secara cepat dan tepat.
Gubernur juga berharap pemerintah kabupaten dan kota di Maluku melakukan langkah serupa dengan membagikan masker kepada warga yang membutuhkan, terutama pekerja lapangan, pengemudi angkutan umum, pedagang, petugas kebersihan, dan kelompok masyarakat lain yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
“Pemerintah tidak diam merespons kondisi yang terjadi saat ini. Membuka posko dan pembagian masker ini salah satu langkah nyata kita untuk memproteksi masyarakat sekaligus menunjukkan kepedulian dan perhatian kita,” tegasnya.
Selain membuka posko dan membagikan masker, Pemerintah Provinsi Maluku juga telah menyampaikan edaran kepada pemerintah kabupaten/kota agar mengambil langkah-langkah penanganan terhadap kasus karhutla yang terjadi di wilayah masing-masing.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas daerah dan lintas sektor, sekaligus memastikan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak asap. (NS)






