
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Rencana pembangunan lima rumah sakit umum di lima kabupaten di Maluku pada 2027, termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), disambut positif Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Golkar, Anos Yermias.
Anos menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa atas rencana pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurutnya, rencana ini membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan rujukan.
Khusus untuk Kabupaten MBD, rumah sakit tersebut direncanakan dibangun di Tiakur dengan dukungan fasilitas modern. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di luar daerah.
“Beta menyampaikan terima kasih banyak kepada bapak Gubernur yang telah memperjuangkan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat Maluku, termasuk basudara di MBD dan Kepulauan Tanimbar,” ungkap Anos di Ambon, Minggu (11/10).
Anggota DPRD Maluku dari daerah pemilihan KKT–MBD itu menegaskan, kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan yang memadai sangat dirasakan masyarakat di kedua kabupaten tersebut.
Selama ini, sejumlah pasien dari MBD harus dirujuk ke Saumlaki, Ambon, hingga Kupang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan transportasi laut, cuaca yang tidak menentu, serta besarnya biaya perjalanan menjadi tantangan tersendiri bagi pasien dan keluarga yang mendampingi.
Bahkan, tidak sedikit keluarga harus menghadapi duka ketika pasien meninggal dunia dalam perjalanan rujukan maupun saat menjalani perawatan di luar daerah.
“Ini menjadi duka mendalam bagi keluarga. Perjalanan antarpulau, keterbatasan transportasi, cuaca, serta biaya pasien dan pendamping merupakan tantangan berat. Karena itu, pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan penanganan yang tepat waktu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Politisi Golkar itu berharap, rencana pembangunan rumah sakit tersebut tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diikuti kesiapan seluruh komponen pelayanan kesehatan.
Menurutnya, ketersediaan dokter spesialis, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis modern, obat-obatan, serta fasilitas penunjang harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan. Selain itu, sistem transportasi dan rujukan medis dari pulau-pulau terpencil juga perlu diperkuat agar masyarakat dapat mengakses pelayanan secara cepat dan aman.
Ia berharap, pembangunan rumah sakit di MBD dan KKT dapat direalisasikan sesuai rencana pada 2027 sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Katong ingin basudara mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, memperoleh penanganan lebih cepat, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga. Semoga rencana ini berjalan baik dan menjadi berkat bagi masyarakat Maluku, khususnya MBD dan Kepulauan Tanimbar,” tutup Anos.
Rencana pembangunan rumah sakit ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan di Maluku, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh layanan medis.





