
AMBON,Nunusaku.id,- Para kontestan calon kepala daerah (Calkada) baik Gubernur-Wakil Gubernur maupun Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota diajak menyiapkan program dan adu program dengan baik serta terus menjaga persaudaraan untuk membangun dan memajukan Maluku.
“Jangan gunakan dan bawa isu-isu bersifat SARA. Rakyat semakin cerdas dan pandai, pola-pola seperti itu sudah tidak laku lagi di masyarakat dan hanya membawa perpecahan dan pertikaian antar sesama,” ajak Kapolda di Ambon, Rabu (24/4).
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024 mendatang, kata Lotharia, harus dijalani dalam semangat damai dan persaudaraan.
Sebab Pilkada merupakan proses demokrasi untuk menentukan calon pemimpin daerah yang harus bersifat sebagai negarawan dan memiliki tekad kuat memajukan Maluku menjadi lebih baik.
“Terpilih atau tidak itu merupakan hal yang biasa dan semuanya kembali kepada rakyat yang akan menentukan pilihannya,” katanya.
Irjen Latif juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat, jangan karena gara-gara Pilkada, lantas merusak persaudaraan dan kedamaian di bumi Maluku.
Hingga saat ini, kata Kapolda, sejak tahapan Pemilu 2024 dilaksanakan, wilayah provinsi Maluku dalam keadaan aman dan terkendali.
“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait karena Pemilu kemarin baik Presiden maupun legislatif sudah berjalan lancar dan sejauh ini aman dan terkendali,” ucap Jenderal Bintang Dua itu.
Perhelatan Pilkada mendatang, kata Kapolda, jangan sampai merusak persaudaraan dan kedamaian yang telah berjalan sangat baik di Maluku.
“Olehnya itu, tim-tim sukses maupun partai politik agar melakukan cara-cara yang baik dan sesuai aturan. Berikanlah pembelajaran politik yang mendidik dan bisa memberi contoh teladan baik bagi rakyat,” ujarnya.
Irjen Latif mengungkapkan, pembelajaran politik tidak perlu lagi dengan cara-cara lama yang arogan dan bahkan cenderung anarkis, sehingga justru mengesankan hal yang tidak baik di mata masyarakat.
Menurutnya, masyarakat Maluku semakin cerdas dan akan melihat perilaku yang ditampilkan.
“Sudah saatnya untuk memberi pembelajaran dan pendidikan politik cerdas serta modern dalam pelaksanaan Pilkada nanti. Sehingga kualitas hasilnya akan makin baik dan bermanfaat bagi rakyat,” pintanya.
Kepada penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu, dirinya juga ingatkan agar selalu netral, profesional, proporsional dan bertindak sesuai aturan hukum yang telah ditetapkan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.
“Pihak penyelenggara juga memiliki peran penting untuk menjaga semua tahapan proses sesuai aturan dan meniadakan setiap potensi pelanggaran atau kecurangan yang bisa menimbulkan persoalan nantinya,” pungkas Lotharia. (NS)



