
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Penguatan kemampuan berbahasa Indonesia terus didorong sebagai bagian penting dalam membangun budaya literasi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam Seminar Literasi yang digelar Komunitas Siwalima Arika di Gedung Gereja Syaloom, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (27/9/26).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pemerintah bidang Kebahasaan dan Kesastraan Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Literasi tahun 2026 yang difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Balai Bahasa (BB) Provinsi Maluku turut mendukung kegiatan tersebut melalui kehadiran Ketua Tim Pembinaan Bahasa dan Sastra, Widya Sendy Alfons, S.Pd., yang sekaligus membuka seminar dan tampil sebagai salah satu narasumber dengan materi “Penguatan Literasi Berbahasa Indonesia.”
Dalam pemaparannya, Widya menekankan pentingnya kemampuan menggunakan bahasa Indonesia secara efektif, santun, dan sesuai konteks sebagai bagian dari kecakapan literasi.
Menurutnya, kemampuan berbahasa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi modal penting dalam proses belajar, membangun interaksi sosial, menyampaikan gagasan secara lisan maupun tertulis, serta berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.
“Penguatan kemampuan berbahasa merupakan bagian penting dari kecakapan literasi yang perlu terus dibangun, terutama sejak usia dini,” tandas Widya.

Seminar tidak hanya membahas literasi berbahasa Indonesia. Dua materi lainnya turut disajikan narasumber berbeda, yakni literasi dan bahasa sebagai penguatan karakter bangsa serta pentingnya literasi sejak dini.
Peserta seminar berasal dari berbagai unsur di lingkungan Jemaat GPM Syaloom, diantaranya guru sekolah minggu atau pengasuh, anak-anak SMTPI, pembina katekisasi, serta para siswa katekisasi.
Ketua TKBM Siwalima Arika, Marco Hetharia, mengatakan, seminar literasi tersebut merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan komunitasnya.
“Ini seminar literasi yang kedua. Tahun lalu kita sudah melaksanakan kegiatan serupa, dan tahun ini kembali dilaksanakan melalui dukungan Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026,” ungkapnya.
Menurut Marco, dukungan program yang difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan kegiatan literasi yang dilakukan komunitas di tengah masyarakat.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran antologi cerita anak dan antologi puisi yang merupakan hasil bimbingan teknis serta proses kreasi literasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Peluncuran ditandai dengan penyerahan secara simbolis kedua buku tersebut kepada salah satu peserta kegiatan.
Melalui kegiatan seminar dan peluncuran bahan bacaan tersebut, Komunitas Siwalima Arika bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku diharapkan dapat terus mendorong penguatan kemampuan berbahasa sekaligus memperluas ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari gerakan membangun budaya literasi yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda. (NS)



