Dari Ide, Karya Hingga Transaksi: Ketika RTP Salobar "Disulap" Jadi Ruang Kreativitas-Panggung UMKM Ambon
IMG-20260926-WA0002

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Siang itu, suasana ruang terbuka publik (RTP) Air Salobar tidak sekadar menjadi ruang terbuka tempat masyarakat bersantai.

Puluhan booth berdiri dengan beragam produk, aktivitas anak muda mulai memenuhi kawasan, sementara kreativitas dan semangat kewirausahaan menjadi warna yang terasa ditengah kegiatan Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026.

Selama dua hari, ruang publik tersebut “disulap” menjadi panggung bagi anak-anak muda Ambon untuk memperkenalkan karya, menjajakan produk, membangun jejaring, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi bagian penting dari pergerakan ekonomi daerah.

Dengan mengusung tema “Muda Kreatif, Ekonomi Bangkit, Dari Ambon untuk Nusantara,” kegiatan yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon dan AMGPM ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM, creativepreneur muda, komunitas, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan masyarakat.

Sebanyak 60 booth UMKM pilihan turut meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya pameran produk, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan seni dan musik, lomba adu layang-layang, talkshow, hingga penampilan bakat anak muda.

Dibalik kemeriahan itu, terselip satu pesan besar, kreativitas anak muda membutuhkan ruang untuk tumbuh.

Pesan tersebut disampaikan Walikota Ambon melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak.

Menurut Rustam, Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif dan kewirausahaan anak muda di Kota Ambon.

Kegiatan ini, kata dia, juga sejalan dengan 17 Program Prioritas Walilota Ambon, khususnya program ke-16 mengenai penguatan peran pemuda dalam industri kreatif.

Bagi pemerintah, tantangan yang dihadapi anak muda hari ini berbeda dengan masa sebelumnya. Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan pasar bergerak begitu cepat.

Anak muda tidak cukup hanya memiliki ide. Mereka membutuhkan keberanian untuk memulai, kemampuan untuk beradaptasi, akses terhadap pasar, serta lingkungan yang memungkinkan kreativitas berkembang menjadi sesuatu yang bernilai.

“Jangan takut memulai, jangan takut gagal, dan jangan berhenti belajar. Karena di era saat ini, keberanian dan kreativitas adalah mata uang yang paling berharga,” pesannya.

Kalimat itu menjadi relevan ketika melihat aktivitas para pelaku UMKM dan creativepreneur muda yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebab, ekonomi kreatif tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa berawal dari sebuah ide sederhana, sebuah produk rumahan, keterampilan yang selama ini hanya menjadi hobi, atau keberanian seorang anak muda untuk menawarkan hasil karyanya kepada orang lain.

“Dari sanalah proses membangun usaha dimulai. Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, masa depan ekonomi kreatif tidak hanya berbicara mengenai bagaimana sebuah produk terjual,” jelasnya.

Namun lebih dari itu, ekonomi kreatif berkaitan dengan bagaimana anak muda membangun identitas, mengembangkan gagasan, menciptakan inovasi, dan menjadikan kreativitas sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Karena itu, RTP Air Salobar diharapkan tidak berhenti sebagai ruang terbuka publik. Tempat tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus pusat aktivitas kreatif dan transaksi ekonomi lokal.

Konsep inilah yang coba dibangun melalui Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026.

Dispora Kota Ambon menggandeng organisasi kepemudaan, khususnya AMGPM Daerah Pulau Ambon, serta komunitas-komunitas kreatif untuk menghadirkan ruang bersama bagi generasi muda.

“Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah membutuhkan komunitas, komunitas membutuhkan ruang, sementara para pelaku usaha membutuhkan akses pasar dan jejaring,” tandas Walikota.

Dari pertemuan berbagai unsur itulah ekosistem kreatif diharapkan tumbuh.
Pemkot Ambon menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan dan ekonomi kreatif melalui berbagai langkah.

Mulai dari pelatihan dan inkubasi bisnis, membuka akses pasar dan networking, memperluas kolaborasi lintas komunitas, hingga dukungan regulasi dan penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda.

Tujuannya sederhana, tetapi penting: setiap anak muda yang memiliki ide harus memiliki peluang untuk mengembangkannya.

Setiap kreativitas harus memiliki ruang untuk tumbuh, dan setiap mimpi diharapkan tidak berhenti sebagai mimpi.

Ditengah perubahan ekonomi dan teknologi yang berlangsung cepat, kreativitas menjadi salah satu modal yang semakin penting. Anak muda tidak hanya dituntut menjadi konsumen perkembangan zaman, tetapi juga didorong menjadi pencipta.

Mereka dapat menciptakan produk, membangun usaha, menghasilkan karya seni, mengembangkan teknologi, membangun komunitas, hingga menciptakan lapangan pekerjaan.

Dalam konteks itulah tema “Muda Kreatif, Ekonomi Bangkit, Dari Ambon untuk Nusantara” menemukan maknanya.

Ambon tidak hanya ingin menjadi tempat lahirnya kreativitas, tetapi juga berharap karya-karya anak mudanya dapat bergerak lebih jauh, dikenal lebih luas, dan memiliki daya saing.

Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 akhirnya bukan hanya tentang apa yang berlangsung selama dua hari di RTP Air Salobar.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi gambaran tentang bagaimana ruang publik dapat dipertemukan dengan kreativitas, bagaimana komunitas dapat dipertemukan dengan pemerintah, dan bagaimana ide-ide anak muda dapat dipertemukan dengan peluang ekonomi.

Harapannya, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda satu kali.

“Pemkot berharap Extravaganza Ambon Creativepreneur dapat menjadi agenda berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang dan terus berkembang menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkolaborasi, memperluas jaringan, serta memperkenalkan karya mereka,” harapnya.

Sebab, ketika ruang dibuka dan kesempatan diberikan, sebuah ide kecil dapat menemukan jalannya sendiri.

Dan dari ruang seperti RTP Air Salobar, bisa saja lahir creativepreneur muda yang suatu hari membawa nama Ambon lebih jauh dari kota ini, menuju Nusantara. (NS-02)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email