IAKN Ambon Dorong Artikel Ilmiah Tembus SINTA 1 Hingga Scopus, Dua Profesor Dampingi Penulisan
IMG-20260924-WA0002

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas publikasi akademik di lingkungan Pascasarjana.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah Pascasarjana tahun 2026 yang resmi dibuka Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., di ruang ujian Pascasarjana Lantai 2, Rabu (23/9/26).

Pendampingan yang berlangsung hingga November 2026 itu menghadirkan dua akademisi sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A., dari IAIN Pontianak/IA Scholar Foundation dan Prof. Dr. Izak Y.M. Lattu, Ph.D dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Sebanyak 22 artikel yang telah disiapkan peserta akan mendapatkan telaah dan pendampingan selama rangkaian kegiatan. Artikel tersebut hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa maupun antarmahasiswa.

Rektor IAKN Ambon, Elka Anakotta mengatakan, pendampingan tidak sekadar diarahkan untuk memperbaiki tata tulis artikel, tetapi juga memastikan naskah yang dihasilkan memiliki kualitas dan peluang untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi.

“Sudah ada sekitar 22 tulisan yang nantinya akan direviu dan didampingi. Tulisan-tulisan ini merupakan hasil kolaborasi, baik antara dosen dengan mahasiswa maupun antarmahasiswa,” kata Elka.

0-4064×3048-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:4229123997482;appts:1790128738776;qlty:1;;illum:2 scene:25 humanIn:1;

Menurutnya, proses pendampingan menjadi penting karena setiap naskah membutuhkan masukan akademik agar substansi, sistematika, metodologi, hingga kesiapan publikasinya dapat diperkuat.

Elka menargetkan pendampingan selama sekitar dua bulan tersebut menghasilkan luaran publikasi yang konkret.

“Harapannya, dalam perjalanan kurang lebih dua bulan ini ada luaran yang kita hasilkan. Kalau separuh dari tulisan-tulisan yang kita sampaikan bisa menjadi luaran, itu sudah merupakan hasil yang luar biasa,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar artikel yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi jurnal nasional, tetapi dapat diarahkan menuju jurnal nasional terakreditasi dengan peringkat lebih tinggi, termasuk SINTA 1 dan SINTA 2, hingga jurnal internasional yang terindeks Scopus.

“Kami sangat butuhkan bimbingan dan arahan untuk semua tulisan yang sudah kami masukkan. Mudah-mudahan ada diantaranya yang kemudian masuk pada jurnal SINTA 2 atau bahkan SINTA 1. Kalau bisa sampai jurnal internasional yang terindeks Scopus, tentu jauh lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Elka menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan seluruh peserta yang terlibat.

“Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan proses pendampingan secara maksimal sehingga dari puluhan artikel yang disiapkan dapat lahir publikasi ilmiah yang memperkuat produktivitas sekaligus reputasi akademik Pascasarjana IAKN Ambon,” harap Rektor.

Sementara itu, dalam materi pendampingannya, Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo menekankan, menulis artikel jurnal bukan sekadar aktivitas akademik untuk memenuhi kewajiban, tetapi bagian dari upaya mengomunikasikan pengetahuan kepada dunia.

Menurut Zaenuddin, artikel ilmiah idealnya membahas sesuatu yang belum diketahui atau persoalan yang masih problematis dalam kehidupan umat manusia.

“Menulis juga bagian dari membangun tradisi akademik sekaligus menjadi sarana pewarisan kecerdasan dan kearifan kepada generasi mendatang,” tandasnya.

Dalam penulisan artikel jurnal, Prof. Zaenuddin mengingatkan pentingnya memahami “tradisi” jurnal yang menjadi tujuan publikasi, termasuk mengikuti template dan ketentuan yang ditetapkan oleh jurnal.

Penulis juga dituntut mengubah sikap akademik, dari semata-mata mengandalkan otoritas penulis menjadi terbuka terhadap otoritas editor, serta dari selera personal menuju karakter dan kebutuhan jurnal yang dituju.

“Fokus pada satu isu,” menjadi salah satu penekanan Prof. Zaenuddin dalam pendampingan tersebut. Penulis kata dia, harus mampu menentukan pesan utama yang ingin disampaikan kepada pembaca dengan menggunakan bahasa dan konsep yang dapat dipahami oleh komunitas akademik yang lebih luas.

Selain itu, artikel harus dibangun berdasarkan data, bukan sekadar cerita atau pandangan penulis.

Prof. Zaenuddin juga menekankan pentingnya menghasilkan tulisan yang memiliki unsur kebaruan. Artinya, artikel harus bersandar pada penelitian dan tulisan terdahulu, tetapi sekaligus mampu menunjukkan sesuatu yang belum diketahui atau belum dibahas secara memadai.

Untuk memulai penulisan, peserta diarahkan merumuskan satu pesan utama yang hendak disampaikan melalui artikel. Setelah itu, penulis perlu mengidentifikasi sedikitnya tiga data yang dapat menjadi bukti terhadap pesan tersebut dan memikirkan logika hubungan antara pesan dengan data.

“Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta menghasilkan artikel yang tidak hanya memenuhi standar teknis penulisan, tetapi juga memiliki argumentasi akademik yang kuat dan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan,” demikian Prof. Zaenuddin.

Kegiatan pendampingan dijadwalkan berlangsung selama September hingga November 2026. Peserta akan memperoleh pendampingan dalam penyempurnaan artikel, mulai dari aspek substansi, sistematika penulisan, argumentasi, hingga kesiapan naskah untuk diajukan ke jurnal sesuai bidang kajian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Pascasarjana IAKN Ambon, Dr. Agusthina Siahaya, S.Th., M.Th., para dosen, serta mahasiswa Pascasarjana IAKN Ambon baik secara online zoom meeting maupun onsite. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email