Panitia, Pengawas, Ortu & Peserta Seleksi Ambil Sumpah & Teken Pakta Integritas
WhatsApp-Image-2024-04-22-at-08.01.26

AMBON,Nunusaku.id,- Panitia, pengawas, peserta dan orang tua (Ortu)/Wali diambil sumpah dan melakukan penandatanganan pakta integritas berkaitan seleksi penerimaan Taruna/Taruni Akpol, Bintara dan Tamtama Polri tahun 2024 Polda Maluku.

Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif memimpin jalannya pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas di Rupattama Mapolda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Jumat (19/4/2024).

Di kesempatan itu, Kapolda katakan, pengelolaan SDM Polri harus bersih, jujur, dan berkeadilan. Komitmen ini harus dimulai dari hulu saat tahap rekrutmen anggota Polri sampai ke hilir saat pengakhiran dinas dengan menerapkan sistem merit yang didasarkan kapabilitas, kompetensi, komitmen dan integritas tinggi.

“Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu unsur utama organisasi Polri dalam menentukan tegak berdirinya secara profesional. SDM Polri harus dikelola dengan baik,” tegasnya.

Untuk itu, berbagai upaya dan pengawasan yang Polri lakukan akan semakin kuat bila dilandasi nilai yang lebih hakiki, tegaknya komitmen dan moralitas dari seluruh pihak untuk mewujudkan penerimaan Polri yang clear and clean.

“Pengelolaan sumber daya manusia Polri harus bersih, jujur, dan berkeadilan mulai dari hulu pada tahap rekrutmen sampai hilir saat pengakhiran dinas dengan menerapkan sistem merit yang didasarkan pada kapabilitas, kompetensi, komitmen dan integritas yang tinggi,” pintanya.

Orang nomor 1 Polda Maluku ini berharap kegiatan penerimaan anggota Polri yang dilaksanakan tidak hanya sekadar rutinitas dan formalitas saja.

“Kita laksanakan pakta integritas yang diucapkan semua peserta, pengawas dan lebih berat lagi kita sudah bersumpah. Sumpah ini tentu tidak main-main, tidak hanya sekedar bacakan teks tapi karena sumpah ini hubungan kita dengan Tuhan Pencipta yang wajib kita laksanakan,” kata ingatnya.

Dikatakan, pada seleksi tidak mungkin semua bisa lulus terpilih. Ini hal wajar dan perlu disampaikan. Sebab itu peserta agar persiapkan diri dengan baik.

“Bahkan sebagai Kapolda, saya tidak punya kemampuan itu (meluluskan peserta). Kita hanya bisa diberi kewenangan oleh Kapolri usulkan kuota (anggota Polri), mungkin kita bisa usulkan sesuai pertimbangan hasil seleksi. Tidak mungkin orang yang sudah tidak penuhi persyaratan bisa diluluskan lagi, jadi raihlah semua item untuk mendapat hasil yang terbaik,” pintanya.

Kapolda juga tekankan agar tidak percaya calo atau orang yang menjanjikan kelulusan namun dengan imbalan meminta sejumlah uang. “Sudah banyak kasus penipuan yang terjadi melibatkkan masyarakat dan anggota Polri yang memanfaatkan kesempatan untuk berlaku curang,” tegasnya.

Jenderal Bintang Dua itu lantas memerintahkan untuk mencoret peserta yang mencoba dan berlaku curang serta memproses hukum anggota dan masyarakat bila terbukti melakukan hal tersebut.

“Ketika peserta ketahuan kita akan coret untuk tidak perlu melanjutkan lagi karena ini sudah menjadi kesepakatan kita di hari ini dan anggota yang terlibat akan kita proses,” tegasnya.

Juga kepada orang tua agar jangan percaya oknum Polri atau masyarakat yang menjanjikan dapat meluluskan anaknya dengan meminta imbalan uang atau materi. Bila kedapatan seperti itu agar dicatat identitasnya dan laporkan ke panitia pengawas internal dan eksternal.

“Percaya kemampuanmu sendiri, jangan ke siapapun termasuk orang tua yang menjanjikan akan bisa memasukan anaknya menjadi anggota Polri,” pungkasnya. (NS)

 

 

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email