Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan & Persatuan Masyarakat Maluku
IMG_20260916_143614_279

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali meneladani akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah oleh tim Penggerak PKK Maluku yang diikuti organisasi wanita Islam, ibu-ibu pengajian, Anak-anak yatim, Rabu (16/9/26).

Maulid dihadiri Asisten I Setda Maluku, Faradilah Atamimy mewakili Gubernur, Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta, staf ahli PKK Maluku Rohani Vanath, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena serta pimpinan OPD lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.

Dalam pesannya, Maya Baby tekankan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang penuh kasih sayang, saling menghormati, berlaku adil, menjaga lisan, mudah memaafkan, serta mengutamakan persaudaraan dan persatuan.

“Rasulullah telah memberi contoh bagaimana membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, saling menghormati, berlaku adil, menjaga lisan, memaafkan, serta mengutamakan persaudaraan dan persatuan,” kata Maya.

Nilai-nilai tersebut akunya, dinilai sangat relevan bagi masyarakat Maluku yang hidup dalam keberagaman. Maluku memiliki kekayaan suku, agama, budaya, adat dan tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan membangun kehidupan yang harmonis.

Semangat persaudaraan pela-gandong yang hidup dan mengakar dalam masyarakat Maluku juga dinilai memiliki keselarasan dengan ajaran Rasulullah SAW tentang persaudaraan, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

“Karena itu, melalui momentum Maulid ini, marilah kita memperkuat kembali semangat kebersamaan,” pesannya.

Penguatan persaudaraan, lanjutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga. Sebab, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang akhlak, sopan santun, toleransi, kepedulian dan kasih sayang.

Sebagai bagian dari gerakan PKK, masyarakat juga memiliki tanggungjawab untuk terus memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia kepada generasi penerus.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan ikut mengambil bagian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Terima kasih atas kehadiran ibu-ibu pengajian, Tim Penggerak PKK, anak-anak yatim dan yatim piatu yang telah hadir dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam momentum tersebut tidak hanya memperkuat makna peringatan Maulid, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial.

Ia berharap silaturahmi yang telah terbangun dalam momentum Maulid Nabi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus terjaga dan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga silaturahmi ini tidak berakhir di momen Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi terus berlanjut ke depan,” harapnya.

Semangat keteladanan Rasulullah SAW juga diharapkan tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Diantaranya dengan saling menghargai, saling membantu, menjaga persaudaraan, menghindari fitnah dan perpecahan, serta bersama-sama menjaga kedamaian di bumi Maluku.

“Hendaknya semangat keteladanan Rasulullah tidak hanya hadir dalam peringatan Maulid, tetapi dapat kita wujudkan dalam tindakan nyata, saling menghargai, saling membantu, menjaga persaudaraan, menghindari fitnah dan perpecahan, serta bersama-sama menjaga kedamaian di bumi Maluku yang kita cintai ini,” tegasnya.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, masyarakat diajak untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum memperbaiki diri, mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.

Diharapkan, dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, keluarga-keluarga di Maluku semakin harmonis, masyarakat semakin rukun, dan persaudaraan antar sesama semakin kuat.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kedamaian dan perlindungan bagi masyarakat Maluku, serta menjadikan Maluku sebagai negeri yang aman, damai, sejahtera dan penuh keberkahan,” harapnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat akhlak mulia, persaudaraan dan persatuan masyarakat Maluku.

Momen itu sekaligus menjadi ruang berbagi kasih dengan menyantuni 40 anak yatim dan yatim piatu di Kota Ambon. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Abdullah Latuapo berkesempatan memberikan tausiyah atau kultum. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email