
TANIWEL,NUNUSAKU.ID,- Upaya pemulihan kehidupan masyarakat pascainsiden di wilayah Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mulai dilakukan melalui kegiatan gotong royong lintas elemen.
TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat Desa Patahuwe bersama-sama bergotong royong membersihkan lahan rumah pastori atau rumah pendeta Jemaat Patahuwe, Senin (14/9/26).
Diketahui, Pastori menjadi salah satu bagian dari 27 rumah yang ikut dibakar perusuh dari warga Lisabata saat insiden, Jum’at (11/9) lalu.
Pembersihan puing-puing menjadi bagian dari upaya membangun kembali fasilitas masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan perdamaian di tengah proses pemulihan pascainsiden.
Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Camat Taniwel beserta staf, Danramil Taniwel bersama anggota, Kapolsek Taniwel dan personel, Kasat Binmas Polres SBB bersama anggota, serta personel BKO TNI-Polri.
Danramil Taniwel Letu Syawir mengajak seluruh pihak untuk bekerja secara optimal agar proses pembangunan dapat segera dimulai dan diselesaikan.
Seluruh personel dan masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing dan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kembali Pastori Jemaat Patahuwe.
Camat Taniwel Ny. E. Niwele mengatakan, pemerintah daerah telah memberi dukungan untuk proses pembangunan kembali fasilitas tersebut. Kehadiran TNI dan Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
“Kita telah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Dengan adanya aparat TNI dan Polri, kita sekarang akan bangun Pastori Jemaat Patahuwe. Bagi masyarakat yang berada di tempat pengungsian dan sudah merasa aman, kita berharap dapat kembali untuk bersama-sama membangun kehidupan di desa,” ujar Niwele.
Sementara itu, Kapolsek Taniwel Iptu M. Luhukay mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri dendam dan tidak melakukan tindakan yang dapat kembali memperkeruh situasi.
“Lupakanlah dendam, jangan ada balas-balasan. Kita semua mau damai. Karena itu, mari kita bersama-sama membersihkan lahan Pastori ini dan membangun kembali kehidupan masyarakat,” kata Luhukay.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pendekatan persuasif kepolisian dalam mendorong masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian secara damai dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali konflik.
Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando mengatakan, keterlibatan langsung TNI-Polri bersama pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga bagaimana kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan.
“Pemulihan harus dilakukan bersama-sama. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bergotong royong membersihkan serta menyiapkan kembali fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, itu merupakan langkah nyata untuk membangun kembali kehidupan dan rasa percaya di tengah masyarakat,” kata Refindo.
Menurutnya, situasi yang aman harus diikuti dengan langkah nyata untuk mengembalikan aktivitas masyarakat secara bertahap.
“Kami ingin masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman. Jangan ada lagi dendam maupun tindakan yang dapat memperpanjang persoalan. Mari kita jaga bersama situasi yang sudah mulai kondusif ini,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, jajaran Polres SBB akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mendampingi masyarakat selama proses pemulihan.
“Polri akan terus hadir bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Keamanan bukan hanya tentang menjaga situasi agar tidak terjadi gangguan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali hidup, beraktivitas dan membangun masa depan dalam suasana damai,” tegasnya. (NS)






