Tiga Titik Api Terpantau di SBB, Polri-Masyarakat "Gercep" Cegah Karhutla Meluas
IMG-20260903-WA0003

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Polri terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses menuju sejumlah titik kebakaran.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Tim Tanggap Karhutla Polres SBB bergerak melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sejumlah titik kebakaran lahan yang terdeteksi pada Rabu (2/9/26).

Langkah itu menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan respons cepat untuk mencegah kebakaran meluas serta meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah hukumnya, Polres SBB membagi Tim Tanggap Karhutla ke dalam tiga zona dengan sembilan tim pemantauan. Pola itu diterapkan untuk memperluas jangkauan pengawasan sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan titik api.

Zona I meliputi wilayah Kecamatan Kairatu, Kairatu Timur dan Kairatu Barat. Sementara Zona II mencakup Kecamatan Seram Barat, Huamual dan Huamual Belakang. Adapun Zona III meliputi Kecamatan Taniwel, Taniwel Timur dan Kepulauan Manipa.

Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli mengatakan, pembagian wilayah itu merupakan strategi untuk memastikan setiap perkembangan situasi dapat dipantau secara cepat dan ditindaklanjuti secara langsung oleh personel di lapangan.

“Kami membagi Tim Tanggap Karhutla ke dalam tiga zona dan 9 tim agar pemantauan dapat menjangkau seluruh wilayah secara lebih efektif. Setiap tim memiliki tanggungjawab melakukan monitoring dan segera merespons apabila ditemukan titik api maupun potensi kebakaran yang dapat meluas,” ujar Kapolres.

Berdasarkan hasil pemantauan Tim Tanggap Karhutla Polres SBB, terdapat tiga titik kebakaran lahan yang terpantau pada Rabu (2/9/26).

Titik pertama berada di kawasan Dusun Tanah Misi, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat. Kebakaran lahan di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar dua hektare dan telah ditangani personel Satuan Samapta Polres SBB menggunakan satu unit kendaraan AWC.

Sementara titik kedua ditemukan di kawasan Kali Pasa, Dusun Resetlement Pulau Osi, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat. Kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan mencakup sekitar 10 hektare lahan.

Penanganan di lokasi menghadapi tantangan karena tidak tersedianya akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran maupun kendaraan AWC menuju titik api.

Adapun titik ketiga berada di kawasan Dusun Kawanenu, Desa Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat. Kebakaran lahan dengan luas kurang lebih satu hektare tersebut berhasil dipadamkan secara manual oleh personel kepolisian bersama masyarakat setempat.

Kapolres menegaskan, karakter geografis SBB menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla.

Tidak semua titik kebakaran dapat dijangkau kendaraan pemadam, sehingga kecepatan personel di lapangan, koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas.

“Penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama semua pihak. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan, personel di lapangan bersama masyarakat harus mengambil langkah penanganan sesuai kondisi yang dihadapi untuk mencegah api semakin meluas,” katanya.

Menurut Kapolres, strategi utama yang terus diperkuat adalah pemantauan berkelanjutan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran di seluruh wilayah hukum Polres Seram Bagian Barat.

Selain mengoptimalkan kesiapsiagaan personel, pihaknya juga terus mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mencegah Karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Apabila temukan titik api atau mengetahui kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat segera ditangani sebelum api berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas,” tegas Kapolres.

Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi kegiatan yang menggunakan sumber api. (NS)

Views: 12
Facebook
WhatsApp
Email