
SBB,NUNUSAKU.ID,– Modernisasi pertanian tidak boleh berhenti menjadi wacana. Petani di Maluku membutuhkan dukungan nyata, termasuk alat dan mesin pertanian yang mampu memangkas waktu, tenaga dan biaya produksi.
Pesan itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Maluku dari Fraksi Golkar, Anos Yermias, saat mendampingi Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda menyerahkan satu unit JONDER 4 BAN (traktor roda empat) kepada salah satu kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (1/9/26).
Baginya, kehadiran JONDER 4 Ban bukan sekadar bantuan alat pertanian. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah dalam mendorong mekanisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas petani.
“Petani jangan dibiarkan bertarung sendiri dengan cara-cara manual. Kalau kita ingin pertanian maju, maka petani harus didukung dengan teknologi dan alat produksi yang memadai,” teganya.
Menurut dia, pengolahan lahan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga yang besar. Dengan traktor roda empat, proses membajak, menggemburkan tanah hingga membersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Efisiensi tersebut, kata dia, pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian.
“Ketika lahan bisa diolah lebih cepat, maka petani punya kesempatan membuka dan mengelola lahan yang lebih luas. Produksi meningkat, waktu kerja lebih efisien, dan harapan kita pendapatan petani juga ikut meningkat,” ujarnya.
Bukan Sekadar Serah Terima, Harus Jadi Alat Produksi
Anos meminta kelompok tani penerima bantuan tidak menjadikan JONDER 4 BAN sekadar aset kelompok, tetapi benar-benar menjadikannya alat produksi bersama yang memberikan manfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan dan pengelolaan alat secara bertanggung jawab agar bantuan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Rawat baik-baik. Manfaatkan secara bersama-sama dan sesuai peruntukannya. Jangan sampai hari ini diserahkan, beberapa tahun kemudian rusak dan tidak bisa digunakan. Ini harus menjadi alat produksi yang terus memberikan manfaat bagi petani,” katanya.
Anos memberi apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kepala Dinas Pertanian yang dinilai terus memberi perhatian terhadap penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan kelompok tani di Maluku.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap petani tidak berhenti pada bantuan alsintan, tetapi terus diperkuat melalui berbagai program yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kesejahteraan petani.
Petani Kuat, Ketahanan Pangan Maluku Terjaga
Politisi Golkar itu menegaskan, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, petani harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan Maluku.
“Katong harus terus dukung petani. Karena dari tangan para petanilah kebutuhan pangan masyarakat Maluku dijaga. Kalau petani kuat dan produktif, maka ketahanan pangan kita juga semakin kuat,” tandasnya.
Ia berharap JONDER 4 Ban yang telah diserahkan itu menjadi pemicu bagi peningkatan produktivitas pertanian di SBB sekaligus contoh bahwa mekanisasi merupakan salah satu jalan penting menuju pertanian Maluku yang lebih modern, efisien dan berdaya saing. (NS)



