DPRD Ambon & Bandung Dorong Sister City, Kolaborasi Ekonomi Kreatif
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,NUNUSAKU.ID,— Peluang kerjasama antara Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Kota Bandung untuk mewujudkan sister city (kota saudara) kembali mencuat.

Rencana kerjasama yang telah digagas sejak 2019 itu kini mulai dijajaki kembali melalui pertemuan DPRD Ambon dan DPRD Bandung.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela usai rombongan Panitia Khusus (Pansus) III melakukan kunjungan kerja ke kota Kembang beberapa waktu lalu.

Morits mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan kemitraan antarlembaga, rombongan DPRD Ambon diterima langsung Ketua DPRD Bandung.

“Puji syukur Alhamdulillah, dalam sepanjang sejarah DPRD Kota Ambon bermitra dengan rekan-rekan DPRD di Bandung, baru pertama kali pimpinan tertinggi legislatif Kota Bandung secara langsung menerima rombongan DPRD Kota Ambon,” kata Morits, Selasa (1/9).

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya membahas agenda Pansus III terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ketahanan Pangan Kota Ambon, tetapi juga membuka ruang pembicaraan mengenai penguatan hubungan antardaerah.

Dalam kunjungan tersebut, Pansus III mendalami penerapan Perda Kota Bandung nomor 3 tahun 2024 tentang pengelolaan dan penataan pangan, pangan industri dan pertanian. Regulasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu referensi bagi DPRD Kota Ambon dalam menyusun Ranperda Ketahanan Pangan.

“Kota Bandung menjadi salah satu referensi dalam penyelenggaraan kerja Pansus III, khususnya berkaitan dengan Perda Ketahanan Pangan. Kami mendapatkan banyak materi dan referensi dari Perda nomor 3 tahun 2024,” jelasnya.

Diluar agenda Pansus, pertemuan tersebut juga membahas peluang menghidupkan kembali rencana kerja sama sister city Ambon-Bandung yang sebelumnya telah dirancang sejak 2019.

Morits menyebut, rencana tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena Kota Ambon dan Kota Bandung sama-sama masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN), dengan karakter ekonomi kreatif yang berbeda namun dapat saling melengkapi.

Kota Ambon dikenal sebagai City of Music, sementara Bandung memiliki keunggulan sebagai kota kreatif dengan bidang desain.

“Ini menjadi angin segar bagaimana kita sementara menjajaki ke depan untuk berkolaborasi. Ambon sebagai City of Music dan Bandung sebagai kota desain, ini bisa menjadi dua bidang yang dikolaborasikan,” ujarnya.

Menurut Morits, kerjasama tersebut nantinya tidak hanya menjadi hubungan antarlembaga legislatif, tetapi harus ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Kota Bandung.

Karena itu, DPRD Ambon bersama DPRD Bandung akan mendorong agar komunikasi tersebut dapat diteruskan kepada masing-masing pemerintah kota sehingga konsep kerja sama yang pernah dirancang dapat kembali dibahas secara lebih konkret.

“Ini sudah menjadi diskusi kita. Kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kota, dan mereka juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kotanya, untuk bagaimana kita menyinergikan kembali konsep yang pernah direncanakan sejak 2019,” ungkap Morits.

Ia berharap, rencana yang telah lama digagas tersebut tidak kembali berhenti pada tahap pembahasan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dulu ini dirancang sejak 2019, tetapi belum ada ending pelaksanaannya. Mudah-mudahan ke depan kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kota Ambon untuk menjadi sister city ini bisa kita wujudkan, harapnya.

Morits menambahkan, kunjungan kerja Pansus III ke Kota Bandung memberikan banyak materi penting bagi DPRD Kota Ambon. Selain pendalaman Ranperda Ketahanan Pangan, forum tersebut juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi strategis terkait pengembangan potensi daerah.

Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Pengelolaan dan Pemanfaatan Aset Daerah, Simon Saimima, yang ikut dalam pembahasan bersama DPRD Kota Bandung.

Menurut Morits, peluang kolaborasi Ambon-Bandung harus dilihat secara lebih luas, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif, kebudayaan, desain, musik serta berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antarkota.

Ia menilai, apabila rencana sister city berhasil direalisasikan, hubungan Ambon dan Bandung dapat berkembang dari sekadar hubungan kelembagaan menjadi kolaborasi nyata yang membuka ruang pertukaran pengetahuan, promosi potensi daerah hingga pengembangan ekonomi kreatif.

“Ini hal menarik dan penting dari kunjungan kerja Pansus III. Banyak materi yang kami dapat, bukan hanya untuk kebutuhan Pansus, tetapi juga bagaimana membangun hubungan dan kerjasama lebih kuat antara Ambon dan Kota Bandung,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email