
AMBON,NUNUSAKU.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengimbau masyarakat di 11 kabupaten/kota di Maluku meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, menyusul kondisi kemarau ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.
Dikatakan, kondisi cuaca yang sangat kering membuat api lebih mudah muncul dan cepat menyebar. Pemerintah saat ini juga masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah titik di wilayah Maluku.
“Ditengah suasana El Nino dengan kondisi kemarau yang ekstrem seperti saat ini, kita harus berhati-hati karena sangat mudah terjadi bencana kebakaran,” ujar Lewerissa saat meninjau korban kebakaran di kawasan Batu Merah, Kota Ambon, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan langkah-langkah preventif serta penanganan terhadap Karhutla.
Akan tetapi, upaya pemerintah tersebut membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya sumber api.
Karena itu, Gubernur HL meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau ekstrem.
“Begitu terjadi bencana kebakaran di hutan dan lahan maupun permukiman, sulit tertangani dalam kondisi ekstrem seperti sekarang. Masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati, jangan melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di wilayah masing-masing. (NS)



