Rogoh Kocek Pribadi, Gubernur Maluku Bantu & Dukung Penuh Matheos Berhitu Ikut Kejuaraan Dunia
file_00000000bc6081faa44255def3b560a4

AMBON,NUNUSAKU.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) menerima sekaligus memberikan apresiasi kepada atlet ultramaraton Maluku, Matheos Berhitu, yang baru saja mengharumkan nama Indonesia dan Maluku dengan meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor lari cepat 5.000 meter senior putra pada
kejuaraan di Malaysia.

Pertemuan di ruang kerja Gubernur, Kamis (27/8), menjadi bentuk penghargaan atas prestasi Matheos sekaligus menegaskan komitmen Gubernur untuk memberi perhatian lebih besar terhadap pengembangan olahraga di Maluku, tidak hanya atletik, tetapi seluruh cabang olahraga.

Gubernur menegaskan, atlet berprestasi harus mendapat perhatian dan pendampingan secara serius. Menurutnya, prestasi yang diraih atlet di panggung internasional merupakan kebanggaan bagi daerah sekaligus Indonesia.

“Saya mendukung atlet-atlet berprestasi tanpa terkecuali di Maluku. Begitu pun dengan saudara kita Matheos Berhitu. Saya dan masyarakat Maluku tentu bangga punya seorang Matheos Berhitu,” kata Lewerissa.

Ia mengaku terus memantau kiprah Matheos dalam berbagai event lari, baik nasional maupun internasional.

“Saya senang sekali dan terus memantau. Setiap ada event lari nasional maupun internasional, Matheos selalu ikut,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Maluku, Sandi Wattimena.

Karena itu, Lewerissa meminta Dispora Maluku memberikan pendampingan secara serius kepada atlet-atlet berprestasi.

“Saya minta Pak Kadis untuk mendampingi ketat atlet-atlet kita. Matheos juga harus diperhatikan dan kita terus mendukung. Pemerintah Provinsi Maluku mendukung,” tegasnya.

Rogoh Kocek Pribadi

Lewerissa menyadari keterbatasan fiskal daerah membuat ruang pemerintah dalam pembinaan olahraga tidak selalu leluasa. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk mendukung atlet Maluku.

Ia bahkan menyatakan dukungan secara pribadi bagi Matheos dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

“Fiskal keuangan daerah sama-sama kita ketahui. Sehingga bentuk support saya secara pribadi untuk mendukung langkah Bung Matheos ke depan. Saya bantu untuk pembinaan secara pribadi, dipergunakan secara bijak untuk mengharumkan nama Maluku di kancah internasional,” katanya.

Dukungan pribadi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena diberikan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Bagi Matheos, perhatian itu bukan hanya bantuan materi, tetapi juga dorongan moral yang sangat berarti bagi perjuangannya sebagai atlet.

Siap Kembali Harumkan Maluku & Indonesia

Di hadapan Gubernur HL, Matheos melaporkan prestasi terbarunya sekaligus menyampaikan persiapannya menghadapi kompetisi berikutnya di Bangkok, Thailand, September 2026.

Ia melaporkan keberhasilannya meraih medali emas pada 14th Sabah Masters Athletics Open Championships (SAMOC) 2026 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, yang berlangsung 12–14 Juni 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, Matheos tampil pada nomor jalan cepat 5.000 meter kategori usia 50–54 tahun dan mencatat waktu 27 menit 08 detik.

Catatan tersebut mengantarkannya ke podium tertinggi sekaligus kembali membuat nama Indonesia berkibar di arena pertandingan internasional.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang selalu men-support atlet Maluku, termasuk saya secara pribadi. Dukungan beliau menjadi semangat bagi saya untuk terus berprestasi dan membawa nama Maluku di kancah internasional,” ujar Matheos.

Ia juga memahami kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Maluku yang saat ini terbatas. Karena itu, Matheos mengapresiasi keputusan Gubernur memberikan dukungan dari dana pribadi.

“Saya memahami kondisi fiskal daerah yang cukup rumit. Tetapi di tengah keterbatasan itu, beliau tetap memberi bantuan dari pribadi beliau sebagai bentuk komitmen mendukung atlet Maluku. Bagi saya, dukungan seperti ini sangat berarti,” katanya.

Kini Bangkok Menanti

Setelah menuntaskan misi di Sabah, Matheos kini menatap tantangan berikutnya. Ia tengah mempersiapkan diri mengikuti 24H Bangkok International Championships, bagian dari Ultra Park Run Thailand, di Bangkok pada September 2026. Targetnya jelas: kembali berdiri di podium dan mengibarkan Merah Putih.

“Saya bersyukur atas dukungan penuh yang diberikan Bapak Gubernur menjelang keikutsertaan saya pada kejuaraan internasional di Thailand September 2026 yang akan diikuti peserta dari berbagai negara,” akunya.

Matheos pun menargetkan kembali meraih gelar juara. Ia bertekad menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan berikutnya untuk mengharumkan nama Maluku dan Indonesia.

“Puji Tuhan, di usia 53 tahun saya masih bisa bersaing. Pelari-pelari ultramaraton di Indonesia tahu bahwa Maluku memiliki atlet yang mampu bersaing di nomor ini. Target saya tentu kembali membawa pulang juara,” katanya.

37 Tahun Berkecimpung di Dunia Olahraga

Matheos Berhitu bukan nama baru dalam dunia atletik. Lahir di Ambon, 4 Desember 1972, ia memulai karier sebagai sprinter sejak usia 15 tahun sebelum kemudian menekuni nomor ultramaraton.

Perjalanannya sebagai atlet tidak selalu mudah. Ia pernah menyambung hidup sebagai sopir angkot sembari berlatih secara mandiri, sebelum kemudian menjadi atlet binaan Kodam XVI/Pattimura.

Pada 2016, Matheos menjuarai Ultra Lintas Sumbawa 320 kilometer. Pada 2021, ia kembali mencuri perhatian setelah menempuh jarak 2.234 kilometer melintasi Semenanjung Malaysia selama sekitar satu bulan dalam Ultra Marathon Peninsula Malaysia.

Pada 2024, Matheos dipercaya Kementerian Pemuda dan Olahraga menjadi ikon kategori pria dalam ajang maraton internasional di IKN.

Terbaru, medali emas jalan cepat 5.000 meter di Sabah pada Juni 2026 kembali menegaskan kapasitas dan daya tahannya sebagai atlet master.

Di usia 53 tahun, Matheos kembali bersiap menghadapi lintasan 24 jam. Ambisinya sederhana namun besar: berlari sejauh mungkin, berdiri setinggi mungkin di podium, dan membuat Merah Putih kembali berkibar.

Dukungan Gubernur Hendrik Lewerissa diharapkan menjadi energi baru bagi Matheos sekaligus pesan bagi seluruh atlet Maluku bahwa prestasi harus mendapat perhatian dan dukungan.

Bagi Maluku, Matheos bukan sekadar pelari. Ia adalah gambaran tentang ketekunan, daya juang dan semangat untuk terus berprestasi meski usia terus bertambah.

Maluku memiliki “manusia super” di lintasan ultramaraton. Kini, tantangan berikutnya ada di Bangkok. (NS)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email