Festival Marawai Hidupkan Kembali Sejarah & Budaya, Dorong Potensi Ekonomi Kreatif Anak Negeri
marawai

AMBON,Nunusaku.id,— Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon menghadirkan Festival Marawai “Harmoni Nada dan Cinta Par Negeri,” sebuah perhelatan budaya yang dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali sejarah, melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat Negeri Hatalai.

Festival yang digagas dalam rangkaian persiapan Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur ini diharapkan dapat berkembang menjadi agenda festival tahunan Negeri Hatalai.

Ketua Panitia Festival Marawai, Jonathan Kainama mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari keinginan anak-anak Negeri Hatalai untuk menghimpun dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki negeri, mulai dari seni, budaya, musik, tarian, kuliner hingga ekonomi kreatif.

“Festival ini bukan hanya untuk mendapat dukungan bagi Sidang Klasis ke-15. Lebih dari itu, kami ingin momentum ini menjadi ruang menggerakkan dan mengonsolidasikan seluruh potensi anak negeri agar dapat menyatu dan memberi dampak bagi negeri, jemaat, serta masa depan anak-anak Negeri Hatalai,” ujar Jonathan, Selasa (25/08/26).

Panitia yang sebagian besar diisi anak-anak Negeri Hatalai, baik yang berada di Hatalai maupun Ambon dan sekitarnya, telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Festival Marawai menjadi salah satu kegiatan utama yang dirancang panitia untuk mendukung pembiayaan Sidang Klasis ke-15. Namun, dalam prosesnya, panitia melihat bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar karena dapat menjadi wadah promosi identitas dan kekayaan budaya Negeri Hatalai.

Jonathan menjelaskan, Hatalai memiliki beragam kekayaan budaya dan kuliner yang selama ini menjadi ciri khas negeri. Kekayaan tersebut dinilai perlu diperkenalkan lebih luas sehingga Hatalai tidak hanya dikenal oleh masyarakat setempat, tetapi juga menjadi salah satu destinasi budaya yang menarik untuk dikunjungi.

“Kami ingin memperkenalkan Hatalai sebagai salah satu negeri adat di Jazirah Leitimur Selatan yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah. Tari-tariannya perlu dinikmati, musik dan lagunya perlu didengar, dan berbagai kulinernya juga perlu dicicipi,” katanya.

Ia menegaskan, seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas sebuah negeri. “Festival Marawai ini kebanggaan kami untuk memperkenalkan apa yang kami miliki kepada orang lain. Kami berharap kegiatan ini dapat dinikmati seluruh masyarakat dan para undangan,” ujarnya.

Nama Festival Marawai sendiri diangkat dari nama Puncak Marawai, sebuah kawasan yang memiliki nilai historis bagi perjalanan dan peradaban Negeri Hatalai. Karena itu, pemilihan nama Marawai bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari upaya panitia untuk menghubungkan festival dengan sejarah dan akar budaya negeri.

Festival yang dimana menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional dari pembukaan hingga menjelang penutupan pada malam hari nanti. Selain itu, sejumlah artis lokal juga dijadwalkan ikut memeriahkan acara tersebut.

Salah satu sajian yang dinilai paling istimewa adalah rencana diperkenalkannya kembali sebuah tarian tradisional yang sudah hampir 40 tahun tidak dipertunjukkan dalam berbagai kegiatan budaya dan adat di Negeri Hatalai.

Tarian tersebut akan menjadi salah satu sajian utama dalam Festival Marawai sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali warisan budaya yang hampir terlupakan.

Melalui Festival Marawai ini, Jonathan berharap, menjadi awal dari semangat baru dalam melestarikan seni dan budaya sekaligus menjadi agenda rutin setiap tahun guna mempersatukan seluruh potensi anak negeri untuk mengembangkan diri dan bersama-sama membangun Negeri.

Tetapi sekaligus mampu memberi manfaat ekonomi sekaligus membantu mendukung pelaksanaan Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur.

“Kami percaya harapan-harapan ini dapat diwujudkan. Kami melihat Gereja Protestan Maluku selalu hadir dan memiliki peran dalam berbagai aktivitas kehidupan masyarakat di Maluku dan Kota Ambon, termasuk di Negeri Hatalai,” kata Jonathan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, para tamu undangan, sponsor dan seluruh pihak yang telah memberi dukungan terhadap pelaksanaan Festival Marawai.

Jonathan berharap dukungan tersebut dapat terus mengalir sehingga festival tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kehadiran pa Gubernur Maluku dan pa Walikota Ambon menjadi energi tersendiri bagi suksesnya kegiatan ini sehingga membawa dampak bagi semua yang terlibat bahkan terhadap anak negeri,” tandasnya.

Dengan menggabungkan sejarah, seni, musik, tarian, kuliner dan kreativitas masyarakat, Festival Marawai diharapkan menjadi panggung bagi Negeri Hatalai untuk memperkenalkan wajah budayanya kepada masyarakat luas sekaligus menegaskan bahwa kekayaan budaya negeri adat merupakan bagian penting dari masa depan Maluku. (NS)

Views: 13
Facebook
WhatsApp
Email