
AMBON,Nunusaku.id,— Selasa 25 Agustus 2026 akan menjadi panggung meriah bagi Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon lewat gelaran Festival Marawai.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi budaya sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat Negeri Hatalai.
Festival yang baru pertama kali ini digagas Panitia Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur sebagai bagian dari upaya menghimpun potensi anak Negeri Hatalai, baik di dalam negeri maupun yang berdomisili di Ambon dan wilayah sekitarnya.
Ketua Panitia Festival Marawai, Jonathan Kainama mengatakan, festival tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, tetapi dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni, sejarah, budaya, kuliner, kreativitas dan potensi ekonomi Hatalai kepada masyarakat luas.
“Festival Marawai bukan hanya seremoni budaya. Kami ingin memperlihatkan bahwa Hatalai memiliki kekayaan seni, budaya, kuliner dan potensi ekonomi yang besar,” ujarnya di Ambon, Sabtu (22/8).
Menurut Kainama, pelaksanaan festival juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Jemaat Hatalai sebagai tuan rumah Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan keterlibatan seluruh anak Hatalai.
Nama Marawai akuinya, dipilih karena kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dalam perjalanan kehidupan masyarakat Hatalai. Sejarah tersebut akan diangkat sebagai bagian dari narasi budaya yang diperkenalkan kepada generasi muda.
“Marawai memiliki sejarah bagi Hatalai. Dari tempat inilah kami ingin kembali memperkenalkan Hatalai melalui seni, budaya dan potensi yang dimiliki,” katanya.
Festival akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan musik, tari-tarian, senandung serta kuliner khas Negeri Hatalai.
Sejumlah musisi dan artis Maluku juga dijadwalkan tampil, antara lain Hekaleka Voice, Alifuru Hiphop, Jimmy Titarsole, Willy Sopacua, Fresly Nikijuluw dan DJ Kenza.
Kainama berharap, Festival Marawai dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang menjadi salah satu identitas budaya Negeri Hatalai sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM, seniman dan generasi muda untuk mengembangkan kreativitas serta aktivitas ekonomi.
“Kami telah membangun komunikasi dengan pemerintah dan sejumlah pihak terkait. Gubernur Maluku dan Walikota Ambon telah dikonfirmasi terkait rencana kehadiran dalam kegiatan tersebut,” akui pria yang berprofesi sebagai advokat itu.
Dukungan terhadap gelaran Festival Marawai juga datang dari sejumlah dunia usaha, diantaranya Bank Maluku-Maluku Utara, Anker Bir, Telkomsel dan Sound of Amboina, serta berbagai pihak dan masyarakat secara pribadi.
“Persiapannya telah mencapai 85 persen. Hingga saat ini panitia masih melakukan pematangan teknis dan koordinasi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” jelas Kainama.
Festival ini didesain sebagai ruang pertemuan budaya, seni, kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat. Karena itu dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak-anak Negeri Hatalai, untuk mengambil bagian dalam menyukseskan Festival Marawai.
“Lebih dari sekadar hiburan, festival ini adalah momentum memperkuat identitas Hatalai, mengenalkan sejarah dan budaya kepada generasi berikutnya, sekaligus membuka peluang pengembangan potensi ekonomi masyarakat,” pungkas Kainama. (NS)










