Panca Karya Bantah Berita Hoax KMP Tanjung Sole Gagal Berangkat Tagal Gaji, Tegaskan Tetap Beroperasi
file_000000008bdc81fa9a51028a63ad87eb

AMBON,Nunusaku.id,- Direktur Utama Perumda Panca Karya, M. Rany Tualeka membantah pemberitaan media online LepaNews. Com tertanggal 15 Agustus 2026 yang menyebut Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tanjung Sole dikabarkan gagal berangkat karena awak kapal disebut belum menerima gaji.

Tualeka menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan menyebut pemberitaan yang mengaitkan keterlambatan keberangkatan kapal dengan persoalan pembayaran gaji awak kapal sebagai informasi yang tidak berdasar alias fitnah.

“Berita yang menyebut KMP Tanjung Sole gagal berangkat karena awak kapal belum menerima gaji itu sama sekali tidak benar alias hoax. Faktanya, KMP Tanjung Sole sampai saat ini masih beroperasi dan tetap melayani rute sebagaimana mestinya bersama awak kapal,” tegas Tualeka dalam keterangannya di Ambon, Sabtu (15/8).

Menurutnya, apabila dalam operasional terdapat keterlambatan keberangkatan KMP Tanjung Sole, hal tersebut semata-mata disebabkan oleh kendala teknis dan itu lumrah terjadi.

Akan tetapi, kondisi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan internal perusahaan maupun pembayaran hak-hak awak kapal.

“Kalaupun terjadi keterlambatan, itu merupakan kendala teknis. Bukan gagal berangkat dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan gaji karyawan atau awak kapal,” ujarnya.

Ia menegaskan, KMP Tanjung Sole hingga kini masih on the track dalam menjalankan pelayanan penyeberangan pada rute yang dilayaninya.

Manakala sesuai trayek lengkap, KMP Tanjung Sole mulai bertolak Kamis (13/8) pukul 23.40 WIT dari pelabuhan Galala dan tiba di Waisala Jum’at (14/8) pukul 08.48 WIT. 20 menit kemudian atau pukul 09.08 WIT kemudian bertolak dari pelabuhan Waisala ke Buano.

Tiba di pelabuhan Buano pukul 10.15 WIT, Jum’at (14/8), berangkat dari Buano pukul 10.37 WIT dan tiba di Kepulauan Manipa pukul 15.58 WIT, selanjutnya berangkat dari Manipa dan tiba di pelabuhan Namlea Sabtu (15/8) pukul 09.30 WIT. Berangkat dari Namlea menuju pelabuhan Teluk Bara Sabtu (15/8) pukul 14.03 WIT.

Karena itu, manajemen Perumda Panca Karya kata Tualeka meminta agar informasi mengenai operasional KMP Tanjung Sole oleh media disampaikan berdasarkan fakta dan tidak mengaitkan persoalan teknis pelayaran dengan isu pembayaran gaji pegawai.

“Jangan mengaitkan persoalan teknis dengan hak-hak pegawai. KMP Tanjung Sole masih beroperasi dan melayani rute sesuai jadwal pelayanan. Tidak ada persoalan internal yang menyebabkan kapal gagal berangkat, apalagi karena gaji awak kapal,” tegasnya.

Tualeka juga menilai pemberitaan yang menghubungkan keterlambatan kapal dengan pembayaran gaji awak kapal berpotensi menimbulkan persepsi keliru ditengah masyarakat serta merugikan reputasi perusahaan dan para pekerja yang selama ini menjalankan pelayanan transportasi laut.

Ia kembali memastikan, operasional KMP Tanjung Sole tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan tetap menjadi prioritas Perumda Panca Karya.

“KMP Tanjung Sole tetap beroperasi. Kalau ada keterlambatan, itu karena kendala teknis, bukan karena persoalan gaji awak kapal. Itu dua hal berbeda. Karena berkaitan dengan hak pegawai itu prioritas dan tanggungjawab perusahaan, tetap diperhatikan tidak diabaikan,” pungkasnya. (NS)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email