
AMBON,Nunusaku.id,- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ambon memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan Pemilu melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”.
Kegiatan yang berlangsung di Ruangan Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (15/8/26), tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengawasan Pemilu yang melibatkan masyarakat secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan pengawas partisipatif menghadapi Pemilu 2029.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Ambon, Vegy Marsaoly menjelaskan, pendidikan pengawas partisipatif diarahkan pada dua tujuan utama, yakni membentuk pusat pendidikan pengawas Pemilu partisipatif yang berkesinambungan serta meningkatkan kapasitas pengawas partisipatif agar dapat menjalankan fungsi pengawasan secara efektif.
“Kegiatan ini diikuti 40 peserta, terdiri dari 20 peserta internal Bawaslu dan 20 peserta eksternal yang berasal dari pemilih pemula, alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), serta eks kader pengawas Pemilu partisipatif,” tandas Vegy dalam laporannya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Maluku, Dr. Subair, saat membuka kegiatan mengatakan, pelaksanaan pendidikan pengawas partisipatif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia memiliki makna tersendiri.
“Acara ini spesial karena dilakukan menjelang hari Kemerdekaan. Ini cara Bawaslu untuk mengisi Kemerdekaan, yaitu melalui pendidikan pengawas partisipatif,” ujarnya.
Menurut Subair, Bawaslu memiliki harapan besar agar semakin banyak masyarakat terlibat dalam pengawasan Pemilu. Pendidikan pengawas partisipatif, kata dia, merupakan salah satu program yang terus dipertahankan dan dijalankan secara konsisten oleh Bawaslu, meskipun di tengah kebijakan efisiensi.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memastikan seluruh tahapan Pemilu berjalan secara demokratis.
“Pada hakikatnya, pengawas Pemilu adalah masyarakat. Masyarakat membantu tugas-tugas Bawaslu,” katanya.
Subair juga menekankan bahwa pengawasan partisipatif tidak cukup hanya dilakukan dengan membentuk kelompok atau komunitas, tetapi harus dibangun melalui kesadaran, kepedulian dan tindakan nyata.
Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan bahwa Pemilu bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan momentum penting yang menentukan arah dan masa depan bangsa.
“Jangan dilihat sebagai rutinitas lima tahunan semata. Pemilu ini sangat penting karena menentukan nasib bangsa,” tegasnya.
Ia menyebut, terdapat tiga kata kunci dalam pendidikan pengawas partisipatif, yakni kesadaran, kepedulian dan tindakan nyata. Karena itu, Bawaslu tidak harus membangun jaringan pengawas partisipatif dalam jumlah besar, tetapi lebih mengutamakan kelompok masyarakat yang miliki kepedulian, konsistensi dan komitmen terhadap proses demokrasi.
“Kita tidak perlu banyak, yang penting berdampak dan konsisten,” ujarnya.
Subair mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari gerakan pengawasan Pemilu yang konsisten serta mengajak masyarakat lainnya yang masih memiliki kepedulian terhadap demokrasi.
“Mari mengajak sebanyak mungkin orang-orang yang masih peduli, konsisten dan fokus untuk memastikan Pemilu 2029 yang bermartabat,” ajaknya.
Ia berharap, pengawasan yang kuat dan partisipatif dapat ikut mendorong lahirnya pemimpin nasional, kepala daerah maupun wakil rakyat yang bertanggung jawab dan memiliki legitimasi kuat dari masyarakat.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama mengenai mekanisme penyelesaian sengketa proses Pemilu yang disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Maluku, Samsun Ninilouw, SH.,MH.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan komisioner Bawaslu Maluku, Koordinator Sekretariat Bawaslu Maluku Nurbandi Latarissa, Komisioner Bawaslu Kota Ambon Renno Pattiasina serta seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Ambon diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengawasan Pemilu yang melibatkan masyarakat secara aktif, berkesinambungan dan berdampak, sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029 yang bermartabat, demokratis dan berintegritas. (NS)




