
AMBON,Nunusaku.id,- Kejadian meninggal dunia dengan cara gantung diri di Kota Ambon tak ada habisnya. Terkini, seorang wanita muda 23 tahun berinisial TS harus akhiri hidupnya secara tragis dengan seutas tali, Selasa (16/4) malam.
Korban meregang nyawa di rumah suaminya keluarga Pesumain, yang berada di kawasan RT 002 RW 002 Air Salobar Kecamatan Nusaniwe Ambon.
Tetangga korban, Naldo Laileru (28) bercerita, awalnya dia bersama istri datang ke rumah korban meminta daun kelor untuk dimasak. Namun tetiba terdengar suara tangisan anak korban dari kamar yang dalam kondisi terkunci.
Usai memetik daun kelor, keduanya datangi dan mengetok kamar korban. Karen tak direspon, sempat ada upaya melihat dari celah pintu kamar namun tidak kelihatan. Akhirnya apa yang terjadi di dalam kamar terlihat dari kosen jendela bagian luar.
“Anaknya yang masih bayi menangis, karena ternyata korban sementara terlilit tali di leher. Saksi memberi tahu Leo Mandacan (19) yang saat itu sementara makan di dapur untuk bantu dobrak pintu kamar karena korban sudah gantung diri,” cerita Naldo.
Kejadian itu pun dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditangani. Suami korban, Kelvin (28) mengaku, sebelum isterinya gantung diri, pagi hari dia dan korban bertengkar karena korban ketahuan selingkuh.
“Beta mau keluar menenangkan diri, tapi korban bilang “Jang keluar dari rumah, kalo ose kaluar nanti beta biking sesuatu. Namun beta tetap keluar dari rumah ke Benteng Gudang Arang,” tuturnya.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease IPDA Janet Luhukay mengaku, setelah mendapat informasi kejadian itu, Kapolsek Nusaniwe dan personil Piket Sat Intelkam Polresta Ambon datang mengamankan TKP dan melakukan dokumentasi serta pulbaket kejadian tersebut.
Korban kata Luhukay, saat ditemukan tergantung dan terlilit tali warna biru pada leher korban, menggunakan baju kaos berwana ungu muda, celana legging hitam.
“Himbauan Kamtibmas kepada warga yang datang di lokasi TKP juga dilakukan. Tim identifikasi membawa jenazah korban dengan mobil ambulance ke RS Bhayangkara untuk visum luar,” pungkasnya. (NS)



