Wawali Dorong UMKM Pantai Galala "Naik Kelas"; Jaga Keberhasihan-Utamakan Pelayanan
IMG-20260814-WA0043

AMBON,Nunusaku.id,- Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Ely Toisuta mendorong pelaku usaha mikro kecil dan dan menengah (UMKM) di kawasan pantai Galala agar “naik kelas”.

Dorongan itu ditegaskan Wawali saat membuka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan UMKM Wisata Pantai melalui Booth Kontainer dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komposter” di kawasan Pantai Galala, Kota Ambon, Jumat (14/8/26).

Kegiatan yang digagas Universitas Terbuka (UT) Ambon tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan wisata pantai.

Toisuta mengatakan, kawasan pantai miliki potensi ekonomi yang besar dan dapat menjadi ruang tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran UMKM, mulai dari usaha kuliner, minuman, produk lokal hingga jasa pendukung pariwisata, dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Namun, menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari persoalan kebersihan lingkungan.

“Kawasan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan harus tetap bersih, tertata dan nyaman. Sebaliknya, lingkungan yang terjaga akan meningkatkan daya tarik wisatawan dan pada akhirnya memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ely.

Ia menegaskan, persoalan sampah di Kota Ambon membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, organisasi maupun pelaku usaha.

Ely mengungkapkan, produksi sampah di Kota Ambon saat ini mencapai sekitar 250 ton per hari, sementara armada pengangkutan sampah masih terbatas.

Karena itu, sejak dilantik bersama Walikota, pemerintah memilih mengalokasikan anggaran untuk memperkuat armada persampahan dibandingkan membeli kendaraan dinas baru.

“Dari mulai kami dilantik sampai hari ini, saya dan Pak Wali memilih tidak membeli kendaraan dinas baru. Dana itu kami alokasikan untuk beli kurang lebih 10 truk sampah. Ini bagian dari tanggungjawab kita untuk melihat bagaimana persoalan sampah di kota ini harus dibereskan bersama,” jelasnya.

Menurut Ely, langkah tersebut tidak akan cukup apabila tidak dibarengi kesadaran masyarakat. Ia mengajak warga biasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan wisata.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Yang paling penting kesadaran masyarakat itu sendiri. Sampah harus dipilah dan jangan seenaknya membuang sampah, apalagi di tempat-tempat wisata seperti ini,” tegasnya.

Selain persoalan lingkungan, Wawali menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan kawasan wisata memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, pelaku UMKM harus menjadi bagian utama dalam perkembangan kawasan wisata, bukan sekadar menjadi penonton.

Ia mengapresiasi adanya dukungan melalui penyediaan booth kontainer, etalase maupun pendampingan usaha yang diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas usaha mereka.

Ely meminta para pelaku UMKM di kawasan Pantai Galala memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk menjaga kebersihan tempat usaha, meningkatkan kualitas makanan dan minuman, memperhatikan tampilan produk serta terus melakukan inovasi.

“Jangan hanya menjadi penonton dari berkembangnya kawasan wisata, tetapi harus menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari perkembangan tersebut,” katanya.

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap pengunjung. Sebab kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan memiliki kesan positif dan ingin kembali berkunjung.

“Perhatikan jenis produk, tampilannya, kualitas dan rasanya. Ketika orang keluar dari sini, mereka harus selalu ingat untuk kembali. Dan tidak kalah penting bagaimana kita melayani tamu. Tetap ramah dan memberikan pelayanan yang baik,” pesan Ely.

Ia menilai kawasan Pantai Galala, termasuk kawasan bawah Jembatan Merah Putih (JMP), telah menjadi salah satu destinasi yang cukup dikenal masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

“Kebersihan, kualitas produk dan pelayanan harus terus ditingkatkan agar kawasan tersebut semakin menarik dan mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” demikian orang nomor dua di Kota Ambon itu.

Sementara, Ketua Panitia PKM jelaskan, kegiatan tersebut bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk kontribusi UT Ambon dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM dan peningkatan kualitas lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, UT Ambon memberi dukungan berupa empat unit food container yang diperuntukkan sebagai sarana pendukung aktivitas UMKM.

“Keberadaan food container tersebut diharapkan dapat membuat ruang usaha masyarakat menjadi lebih tertata, bersih, nyaman dan menarik bagi pengunjung,” tandasnya.

Di bidang lingkungan, kegiatan PKM juga menghasilkan sarana pengolahan sampah organik berupa enam unit komposter yang akan ditempatkan di sejumlah titik di Kota Ambon, salah satunya di kawasan Pantai Galala.

Komposter tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pengolahan sampah organik sejak dari sumbernya sekaligus mendorong masyarakat mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat.

Selain itu, turut disediakan tempat sampah ramah lingkungan untuk mendukung proses pemilahan dan pengelolaan sampah di kawasan sasaran.

Dia mengapresiasi Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Desa Galala, perangkat daerah terkait, Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku, para pelaku UMKM, mahasiswa serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Apresiasi kepada UT Ambon yang memilih Pantai Galala sebagai lokasi PKM. Kegiatan tersebut menunjukkan perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat hadir langsung memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” tambah Wawali.

Ia berharap kegiatan PKM tidak berhenti pada pemberian bantuan sarana semata, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

“Pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga hasil yang dicapai benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan UMKM, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah serta peningkatan kualitas kawasan Pantai Galala sebagai salah satu ruang wisata di Kota Ambon,” ungkapnya.

Ely berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat sehingga Pantai Galala tidak hanya menjadi kawasan wisata yang menarik, tetapi juga menjadi ruang ekonomi masyarakat yang bersih, nyaman dan berkelanjutan.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Kota Ambon yang semakin bersih, maju, nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email