25.383 KPM di Kota Ambon Terima Bantuan Pangan Selama Tiga Bulan
IMG-20260812-WA0017

AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat melalui program bantuan pangan.

Di Kota Ambon, bantuan pangan akan disalurkan melalui Perum Bulog kepada 25.383 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan (Juli-September) sebagai bentuk perhatian negara terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk wilayah Kota Ambon, alokasi bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan kepada sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat,” ungkap Walikota Ambon saat
launching penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Halong Kota Ambon, Rabu (12/8/26).

Walikota menegaskan, bantuan pangan tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan penyaluran beras, minyak goreng maupun komoditas pangan lainnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberi perlindungan kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

“Penyaluran bantuan pangan ini bukan semata-mata soal menyalurkan beras, bukan pula hanya soal menyalurkan minyak goreng atau bantuan pangan lain. Apa yang dilakukan hari ini wujud dan bentuk perhatian pemerintah, negara kepada rakyatnya,” ujar Bodewin.

Ia menjelaskan, pangan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Melalui bantuan pangan pemerintah, khususnya bantuan pangan beras ini, negara hadir dan pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik. Pada saat yang sama, program ini juga bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan, untuk wilayah Kota Ambon, bantuan pangan periode Juli, Agustus dan September 2026 dialokasikan kepada 25.383 KPM. Jumlah KPM yang cukup besar itu membutuhkan proses penyaluran yang terkoordinasi dengan baik agar bantuan dapat diterima tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

Bodewin meminta apabila dalam proses penyaluran ditemukan kekurangan maupun persoalan di lapangan, agar segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon untuk ditindaklanjuti bersama.

“Bayangkan, hampir 25.383 penerima manfaat yang harus dilayani. Karena itu, jika ada kekurangan atau persoalan dalam penyaluran, silakan dikoordinasikan dengan pemerintah agar dapat kita tindak lanjuti bersama,” tegasnya.

Walikota juga mengingatkan, keberhasilan program bantuan pangan tidak hanya ditentukan kualitas bantuan, tetapi juga kuantitas atau kecukupan jumlah yang diterima masyarakat.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai kualitas, tetapi juga kuantitas. Kualitas berarti memastikan mutu bantuan yang diberikan tetap baik, sementara kuantitas berarti memastikan jumlahnya mencukupi. Beras yang mutunya bagus tetapi jumlahnya kurang juga tidak akan menyelesaikan persoalan,” jelasnya.

Lebih jauh, Wattimena menilai program bantuan pangan memiliki dampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan ekonomi.

Ia mengatakan, masyarakat yang kebutuhan pangannya terpenuhi akan lebih mampu menjalani kehidupan dengan baik. Sebaliknya, kesulitan memenuhi kebutuhan dasar berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial.

“Bantuan pangan ini harus kita lihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kalau masyarakat perutnya kenyang, tentu mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tetapi kalau masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan sosial,” katanya.

Karena itu, Walikota meminta pemerintah desa, negeri dan kelurahan turut mengambil bagian dalam memastikan program bantuan pangan berjalan dengan baik hingga kepada masyarakat penerima.

Pemkot Ambon, lanjutnya, juga terus melakukan koordinasi bersama berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan inflasi.

“Setiap hari Senin, kami melaksanakan rapat bersama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pangan Nasional, untuk memastikan ketersediaan pangan, menjaga inflasi tetap terkendali, serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Wattimena juga menekankan pentingnya pembaruan data penerima bantuan sosial agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai dengan desil 4 berdasarkan data penerima manfaat.

“Bantuan ini memang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kelompok desil 1 sampai dengan desil 4. Mereka inilah yang menjadi prioritas penerima manfaat,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan perbaikan dan digitalisasi data bantuan sosial untuk memastikan penerima bantuan sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.

Ia mengingatkan jangan sampai masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu masih menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru tidak terakomodasi.

“Jangan sampai mereka yang secara ekonomi sudah mampu justru mendapatkan bantuan pangan atau bantuan sosial, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya,” tegasnya.

Karena itu, Wattimena mengajak seluruh pihak mendukung proses pemutakhiran data agar penyaluran bantuan pemerintah ke depan semakin akurat dan berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program bantuan pangan di Kota Ambon.

“Penyaluran bantuan pangan bukan kerja mudah, mengingat luas wilayah pelayanan dan besarnya jumlah masyarakat harus dilayani. Pegawai Perum Bulog sekitar 70 orang, sementara Dinas Sosial Kota miliki 78 pegawai. Dengan wilayah luas dan jumlah KPM cukup besar, dibutuhkan kerja keras dan koordinasi luar biasa,” ungkapnya.

Ia pun meminta jajaran Perum Bulog bersama seluruh pihak terkait terus memastikan bantuan yang disalurkan memiliki kualitas yang baik dan jumlah yang sesuai dengan ketentuan.

Sementara kepada masyarakat penerima manfaat, Walikota berpesan agar bantuan yang diterima digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Saya berharap Bapak dan Ibu dapat menerima bantuan ini dengan tenang dan penuh rasa syukur. Manfaatkan bantuan ini untuk kepentingan keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di rumah,” pesannya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, dapat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di daerah. (NS-02)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email