Festival Jukulele Beri Ruang UMKM Lokal Hingga Pelestarian Tenun Ikat Ambon
IMG-20260810-WA0015

AMBON,Nunusaku.id,- Festival Jukulele tingkat Kecamatan Sirimau tahun 2026 yang dipusatkan di Taman Budaya Karang Panjang (Karpan), Senin (10/8) tidak hanya menampilkan kepiawaian tujuh kelompok anak-anak dalam memainkan alat musik jukulele.

Akan tetapi, festival itu juga memberi ruang promosi bagi tenun ikat Amboina hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sperti Koperasi Tuni sepanjang jalannya kompetisi.

Festival ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, PT PLN, Kementerian Hukum, serta sejumlah pihak lainnya.

“Selain lomba jukulele, kami turut menampilkan tenun ikat Amboina dan Kopi Tuni sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat,” tandas Camat Sirimau, M. Aulia Waliulu.

Menurut Aulia, keterlibatan berbagai produk budaya dan UMKM dalam festival tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni dan musik dapat berjalan beriringan dengan upaya mempromosikan produk lokal.

Dikatakan, Festival Jukulele diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, karakter, serta kemampuan mereka melalui musik.

Lomba ini diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan potensi kreativitas musik anak-anak dan generasi muda Kota Ambon untuk terus berkarya, mengembangkan karakter positif, serta mendukung aspek kognitif dan motorik anak-anak, ujar Aulia.

“Pengembangan musik sejak usia dini memiliki manfaat lebih luas. Selain meningkatkan kemampuan bermusik, kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan kognitif, afektif, dan motorik anak, sekaligus membangun sikap kerja sama dan kesabaran,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengembangan jukulele juga menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Jukulele sebagai alat musik khas Maluku harus terus dikembangkan. Bukan hanya sekadar dimainkan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan anak-anak kita, katanya.

Aulia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Sirimau terus mendorong agar musik jukulele dapat berkembang di berbagai lingkungan masyarakat. Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan kepada anak-anak untuk bermain dan belajar musik, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta baru dari Kota Ambon.

“Ini menjadi cara kita membangun bakat dan talenta, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon pada umumnya, ujarnya.

Lebih jauh, ia mengaku, festival tersebut juga menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap musik lokal sekaligus menjaga warisan budaya dan tradisi musik Ambon.

“Yang terpenting adalah bagaimana semua ini tetap melestarikan identitas budaya dan jati diri musik dalam kehidupan orang Ambon, tutur Aulia.

Festival Jukulele Sirimau 2026 sendiri dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office, dengan tujuan memberi ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan kreativitas, kapasitas, dan kualitas dalam bermusik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas mereka dalam bermusik di Kota Ambon,” pungkasnya.

Dengan perpaduan musik, budaya, dan UMKM, Festival Jukulele Sirimau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang terus hidup melalui musik dan kebudayaan. (NS-02)

Views: 15
Facebook
WhatsApp
Email