
AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Ambon sebagai City of Music. Salah satunya melalui pelaksanaan Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau yang melibatkan para generasi muda.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Ambon (Wawali), Ely Toisuta yang menilai lomba Jukulele tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, mempererat kebersamaan serta melestarikan kekayaan musik lokal.
Apresiasi itu disampaikan Toisuta saat
membuka kegiatan tersebut di Gedung Teater Taman Budaya Ambon, Senin (10/08).
Wawali katakan, predikat Ambon City of Music atau Kota Musik yang diperoleh pada 2019 bukan sekadar gelar atau penghargaan, melainkan identitas sekaligus tanggungjawab seluruh masyarakat Kota Ambon.
“City of Music bukan sekadar sebuah gelar atau penghargaan bagi Kota Ambon. Lebih dari itu, City of Music merupakan identitas sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga, mengembangkan dan mewariskan kekayaan musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon,” ujarnya.
Bagi masyarakat Ambon dan Maluku akuinya, musik bukan hanya sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana membangun kebersamaan serta media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan.
“Salah satu kekayaan musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat adalah Jukulele. Alat musik tersebut tidak hanya menghasilkan nada dan melodi, tetapi juga membawa nilai kebersamaan, kreativitas dan semangat untuk menjaga warisan budaya lokal,” tandasnya.
Karena itu, dirinya memberi apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas melalui musik.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita memberi ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan bakat, kreativitas dan kemampuan mereka. Saya berharap ruang-ruang seperti ini terus dibuka sehingga semakin banyak potensi baru yang dapat tumbuh dan berkembang,” harap Ely.
Kecamatan Sirimau tambahnya, merupakan salah satu wilayah penting dalam kehidupan Kota Ambon karena menjadi pusat berbagai aktivitas pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, sosial dan budaya. Dengan karakter masyarakat yang beragam dan dinamis, kegiatan seni dan budaya dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan.
Dikatakan, lomba Jukulele hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang silaturahmi dan kreativitas masyarakat.
“Seni dan budaya tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” jelasnya.
Orang nomor dua di kota Ambon itu pun menyampaikan tiga pesan penting dalam memaknai lomba Jukulele. Pertama :
Memperkuat potensi dan kreativitas lokal. Seluruh peserta diharapkan menjadikan lomba tersebut sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas dan karya terbaik.
“Kepada seluruh peserta, jangan takut untuk berekspresi dan teruslah berkarya. Dari ruang-ruang seperti inilah potensi-potensi baru dapat tumbuh dan berkembang,” pesannya.
Kedua: Mempererat kebersamaan masyarakat. Menurutnya, masyarakat Kota Ambon berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari tingkat desa, negeri, kelurahan hingga kecamatan. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap bersatu.
“Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon,” tegasnya.
Ketiga: Memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat. Ely berharap kegiatan seni dan budaya seperti lomba ukulele juga dapat membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Dengan demikian, kegiatan seni dan budaya tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi ditengah masyarakat.
“Kepada seluruh peserta, selamat bertanding dan berkarya. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas serta nikmati setiap proses. Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang juara. Tetapi tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” pungkasnya. (NS-02)




