Lapas Harus Jadi Ruang Pemulihan, Bukan Sekedar Tempat Jalani Hukuman
saadiah lapas

AMBON,Nunusaku.id,– Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty menegaskan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus menjadi ruang pemulihan bagi warga binaan, bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Menurutnya, keberhasilan sistem pemasyarakatan diukur dari kemampuan membina dan mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang siap diterima kembali di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Saadiah usai menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku di Ambon, Jumat (7/8).

Dalam kesempatan itu, Saadiah mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh jajaran pemasyarakatan. Ia menilai, kegiatan olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media untuk membangun karakter, mempererat solidaritas, serta memperkuat jiwa nasionalisme.

“Pekan olahraga ini mengajarkan rasa cinta kepada bangsa, melatih kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, sekaligus menjaga kesehatan fisik. Ketika tubuh sehat, maka jiwa juga akan kuat. Dengan jiwa yang kuat, petugas akan bekerja dengan penuh keikhlasan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain mengapresiasi kegiatan olahraga, Saadiah turut memberi penghargaan atas keberhasilan Maluku meraih juara pertama lomba Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tingkat nasional melalui produk minyak kayu putih asal Kabupaten Buru.

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Maluku memiliki potensi ekonomi yang besar dan perlu terus dipromosikan secara luas agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lebih jauh, Saadiah menilai paradigma pemasyarakatan saat ini harus semakin mengedepankan pembinaan dan reintegrasi sosial sebagaimana semangat reformasi hukum yang terus dikembangkan pemerintah.

“Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Disinilah warga binaan dibimbing, diberikan pendidikan, pembinaan karakter, hingga keterampilan agar saat kembali ke masyarakat mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.

Politisi PKS itu menegaskan, setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, pembinaan yang dilakukan harus mampu menggali potensi, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan mereka kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Saadiah juga mengajak masyarakat menghapus stigma negatif terhadap mantan warga binaan. Menurutnya, mereka yang telah menjalani proses pembinaan layak diberi kesempatan kedua untuk memulai kehidupan baru.

“Jangan lagi memandang mereka sebagai orang yang harus dijauhi. Mereka juga memiliki hak untuk bangkit, bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Memberikan kesempatan adalah bagian dari keberhasilan sistem pemasyarakatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran petugas pemasyarakatan sangat menentukan keberhasilan proses pembinaan. Petugas tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pembimbing yang mampu membangun kedisiplinan, memotivasi, serta menumbuhkan kembali rasa percaya diri warga binaan.

“Petugas pemasyarakatan harus menjadi pembina yang menguatkan semangat warga binaan. Tanamkan keyakinan bahwa mereka masih memiliki masa depan dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah esensi pemasyarakatan yang sesungguhnya,” pungkas Saadiah. (NS-02)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email