Gerakan "Catatan Hati Anak yang Runtuh" akan Hadir Bangkitkan Harapan Generasi Muda Maluku
habib

AMBON,Nunusaku.id,– Ditengah semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah gerakan inspiratif bertajuk “Catatan Hati Anak yang Runtuh” akan digelar pada 15 Agustus 2026 di Hotel Santika Premiere Ambon. Kegiatan ini hadir bukan sekadar sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi menjadi ruang pemulihan dan kebangkitan bagi generasi muda yang tengah berjuang menghadapi berbagai persoalan hidup.

Mengangkat tema tentang harapan dan pemulihan, kegiatan ini mengajak anak-anak muda yang pernah mengalami kegagalan, kehilangan arah, tekanan mental, hingga keterpurukan untuk kembali berdiri, menemukan jati diri, dan menatap masa depan dengan optimisme.

Sebagai penyelenggara, Habib Rifqi Alhamid mengatakan, tema tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi generasi muda yang saat ini menghadapi tantangan kehidupan yang semakin berat.

“Momentum kemerdekaan ini kami jadikan sebagai ajakan bagi anak-anak muda yang sempat jatuh, kehilangan arah, bahkan mengalami keterpurukan agar berani bangkit kembali. Kami ingin mereka menemukan harapan baru dan percaya bahwa masa depan yang lebih baik masih bisa diraih,” ujarnya di Ambon, Kamis (6/8).

Tak hanya berbicara tentang pemulihan mental, kegiatan ini juga membawa pesan kuat tentang persaudaraan dan perdamaian di Maluku. Panitia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Maluku adalah daerah yang kaya akan nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami bangga menjadi orang Maluku dan orang Ambon. Maluku memiliki karakter yang luar biasa, penuh semangat persaudaraan, dan generasi mudanya memiliki potensi besar untuk bangkit serta menjadi inspirasi bagi banyak orang,” katanya.

Sebanyak 500 peserta ditargetkan hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Maluku, seperti Kota Ambon, Tulehu, Hitu Mesing, Negeri Liang, Batu Merah, hingga sejumlah daerah lainnya.

Yang menjadi keistimewaan kegiatan ini adalah keterbukaannya bagi semua kalangan. Pemuda Muslim maupun Nasrani dipersilakan mengikuti kegiatan ini tanpa memandang latar belakang agama maupun suku. Panitia ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai simbol nyata bahwa keberagaman merupakan kekuatan masyarakat Maluku.

Habib menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh gereja, dan berkomitmen terus membangun kolaborasi lintas agama dalam berbagai kegiatan kepemudaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Islam dan Kristen dapat berjalan bersama. Tidak ada sekat agama maupun suku. Kita semua berada dalam satu bingkai besar, yaitu Maluku sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urainya.

Berbeda dengan seminar motivasi pada umumnya, “Catatan Hati Anak yang Runtuh” mengedepankan pendekatan yang lebih humanis. Para peserta akan diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup, mencurahkan isi hati, dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sebelum mendapatkan motivasi dan pendampingan.

“Kami tidak ingin hanya berbicara dari atas mimbar. Kami ingin mendengar terlebih dahulu cerita mereka, memahami luka yang mereka rasakan, kemudian bersama-sama mencari jalan keluarnya. Kami ingin menjadi sahabat yang hadir untuk mendampingi mereka,” ungkap Habib.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Tidak sedikit anak muda yang kehilangan arah hingga terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, minuman keras, merokok, maupun pergaulan yang tidak sehat.

Karena itu, selain menjadi ruang pemulihan, kegiatan ini juga akan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, moral, toleransi, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Meski peserta dikenakan biaya pendaftaran, panitia menegaskan bahwa hal tersebut bukan bertujuan mencari keuntungan.

Biaya itu hanya sebagai bentuk partisipasi karena kegiatan dilaksanakan di hotel. Berdasarkan pengalaman kami, ketika peserta ikut berkontribusi, mereka memiliki komitmen yang lebih besar untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyongsong HUT ke-451 Kota Ambon. Melalui gerakan “Catatan Hati Anak yang Runtuh”, panitia berharap lahir generasi muda Maluku yang lebih kuat, optimistis, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi agen perdamaian dan persatuan.

Ditengah semarak peringatan HUT RI, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga keberanian untuk bangkit dari keterpurukan, saling merangkul dalam perbedaan, dan bersama-sama membangun Maluku yang damai, maju, serta penuh harapan. (NS-02)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email