Mantan Napi Kuasai Proyek APBN di Maluku, MCW Minta KPK Telusuri BPJN-Periksa Aseng
IMG-20260729-WA0000

AMBON,Nunusaku.id,- Nama Aseng di Maluku sudah tak asing lagi. Meski menyandang status mantan terpidana (Napi) kasus korupsi proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2015–2016, namun kekuatannya untuk mendapat proyek yang bersumber dari APBN di Maluku tak perlu diragukan.

Sebagaimana diketahui, pada 31 Juli 2017, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara serta denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Aseng selaku Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa.

Ia terbukti menyuap sejumlah anggota Komisi V DPR RI dan pejabat Kementerian PUPR, agar perusahaannya memenangkan tender proyek infrastruktur jalan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Kendati demikian, nama Aseng kembali hangat diperbincangkan. Bagaimana tidak, meski pernah menjadi Napi kasus proyek jalan, tapi ia sampai saat ini diketahui masih mendominasi berbagai pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari APBN untuk wilayah kerja BPJN Maluku.

Kekuatan Aseng sendiri, diketahui bukan saja ada di BPJN Maluku, melainkan sudah mantap sejak di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Maluku.

Bahkan ia punya julukan sendiri yakni “Kepala Sekolah” dari para kontraktor yang pernah bersaing dengannya di Balai Lelang.

Aseng diduga masih terlibat skandal pengaturan pemenang proyek di BP2JK. Bagaimana tidak, meski memiliki rekam jejak korupsi, namun siapapun yang berusaha melawan Aseng di Balai Lelang tidak akan mendapat hasil memuaskan meski muncul dengan penawaran terendah.

Hal ini dapat dilihat proses lelang tender proyek pembangunan Jalan Ruas Kota Baru-Air Nanang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku dengan nilai Pagu sebesar Rp 190,651,500,000,00 bersumber dari APBN 2025.

Dalam proses lelang di BP2JK Maluku ada empat peserta yang bersaing diantaranya :

1. PT. Nabire Multi Konstruksi dengan harga penawaran Rp 171.323.244.844.28

2. PT. Bumi Karsa : Rp.172.794.930.311.07

3. PT. Cakrawala Multi Perkasa: Rp.185.856.000.000.00

4. PT. Tiga Ikan Jaya Utama : Rp.187.012.833.906.06

Pemenang tender proyek senilai Rp 190,651,500,000,00 itu adalah PT. Cakrawala Multi Perkasa yang diketahui adalah milik Aseng dengan harga penawaran: Rp.185.856.000.000.00.

Padahal kalau mau dilihat, di antara 4 PT yang ikut lelang, PT. Cakrawala Multi Perkasa bukanlah pihak yang memiliki penawaran harga terendah, namun bisa memenangkan proyek ratusan miliar tersebut.

Hal ini menandakan bahwa dominasi Aseng masih sangat kuat. Pokja serta kepala BP2JK Maluku diduga terlibat langsung dalam memuluskan langkah aseng mendapatkan proyek ratusan miliar itu meski bukan dengan tawaran harga terendah.

Proyek Pengganti Jembatan Wai Dawang CS di Kabupaten SBT

Kemudian ada juga Proyek Proyek Pengganti Jembatan Wai Dawang CS di Kabupaten SBT yang bersumber dari APBN 2025, proyek ini memiliki nilai pagu sebesar RP.116.213.134.00.00.

Pekerjaan ratusan miliar ini pun dimenangkan oleh perusahaan yang memiliki kedekatan dengan Aseng.

Dalam Proses lelang tender, ada enam perusahaan jasa konstruksi yang ikut bersaing memberikan harga penawaran yaitu :

1. PT.Lambok Ulina dengan Harga penawaran : Rp.98.775.835.031.91

2. PT. Marinda Utamakarya Subur : Rp. 104.591.820.330.00

3. PT. Daka Megaperkasa : Rp.107.142.351.070.44

4. PT. Naviri Multi Konstruksi : Rp. 111.554.481.387.40

5. PT.Tarawesi Arta Megah : Rp. 113.232.210.000.00

6. PT. Tiga Ikan Jaya Utama : Rp. 114.370.464.215.39

Anehnya bukan peserta dengan penawaran harga terendah yang menang, melainkan PT.Tarawesi Arta Megah dengan nilai tawar: Rp. 113.232.210.000.00 atau tertinggi kedua dari enam peserta lelang yang berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut.

Tender Proyek Pembangunan Jalan Popjetur-Batu Goyang di Kepulauan Aru

Selain dua proyek tersebut, salah satu proyek besar juga diketahui didapatkan mantan terpidana dalam kasus yang sama dengan Aseng, yakni John Alfred juga mendapatkan proyek ratusan miliar.

Menggunakan APBN 2025, ia berhasil menjadi pemenang di BP2JK Maluku pada proyek Pembangunan Jalan Popjetur-Batu Goyang, di Kabupaten Kepulauan Aru nilai Pagu sebesar Rp. 164.773.380.000.00.

Formasi yang digunakan sama, sebab pada proses lelang tender proyek yang telah selesai dilakukan itu, ada 5 peserta lelang yang terlibat dengan harga penawaran masing-masing.

1. PT. Gunakarya Nusantara dengan nilai harga penawaran Rp. 143.780.843.573.24

2. PT. Widya Satria : Rp. 152.601.130.810.28

3. PT. Naviri Multi Konstruksi: Rp.159.050.105..569.60

4. PT. Graha Prasarana Sentosa : Rp.161.312.343.962.66

5. PT. Tiga Ikan Jaya Utama: Rp.163.235.867.250.03

Pemenang tender ini adalah PT. Graha Prasarana Sentosa yang diketahui adalah milik Alfred, dengan nilai penawaran : Rp.161.312.343.962.66, yang merupakan tawaran tertinggi kedua dari lima peserta lelang.

Hasil Lelang Proyek APBN 2025 Diduga Boroskan Rp.56 Miliar Keuangan Negara

Ditengah efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo untuk menghemat keuangan negara, mestinya BP2JK Maluku bisa memanfaatkan nilai tawaran terendah dari para peserta terhadap proyek-proyek yang dilelang.

Misalnya, proyek Pembangunan Jalan Ruas Kota Baru-Air Nanang di Kabupaten SBT dengan Nilai Pagu Rp 190,651,500,000,00, penawaran terendah pertama itu adalah PT. Nabire Multi Konstruksi dengan harga penawaran Rp 171.323.244.844.28, tapi malah dimenangkan oleh PT. Cakrawala Multi Perkasa dengan penawaran harga mendekati Pagu yakni Rp.185.856.000.000.00

Jika penawaran terendah Rp.171.323.244.844.28 yang dipakai, maka negara bisa menghemat kurang lebih Rp 19 Miliar dari nilai Pagu Rp 190,651,500,000,00.

Begitu juga proyek Proyek Pengganti Jembatan Wai Dawang CS di Kabupaten SBT dengan nilai Pagu RP.116.213.134.00.00, pemenang lelang memiliki harga tawar sangat dekat dengan nilai pagu yakni Rp. 113.232.210.000.00.

Padahal di antara 6 peserta lelang PT.Lambok Ulina dengan Harga penawaran paling: Rp.98.775.835.031.91. Jika penawaran terendah yang menang otomatis negara bisa hemat kurang lebih Rp 17 miliar dari nilai pagu RP.116.213.134.00.00.

Begitu juga proyek Pembangunan Jalan Popjetur-Batu Goyang, di Kabupaten Kepulauan Aru dengan nilai Pagu sebesar Rp. 164.773.380.000.00.

Lagi-lagi dimenangkan oleh peserta yang punya tawaran tinggi, padahal ada beberapa yang paling rendah, seperti PT. Gunakarya Nusantara dengan nilai harga penawaran Rp. 143.780.843.573.24.

Jika penawaran Rp. 143.780.843.573.24 yang dipakai untuk proyek tersebut, maka negara bisa berhemat sebesar kurang lebih Rp 20 miliar dari nilai pagu Rp 164.773.380.000.00.

Namun yang dimenangkan adalah PT. Graha Prasarana Sentosa dengan nilai tawar Rp.161.312.343.962.66.

Dari ketiga proyek ini saja, jika pada saat lelang para peserta dengan penawaran terendah yang berhasil menang, otomatis keuangan negara akan lebih hemat kurang lebih Rp 56 Miliar.

Terhadap dominasi Aseng dan koleganya terhadap proyek APBN di Maluku, Direktur Mollucas Corruption Watch (MCW) Hamid Fakaubun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa yang bersangkutan maupun pejabat-pejabat terkait di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku.

“KPK harus turun tangan untuk memutus dominasi ini. Terutama memeriksa pihak-pihak, orang-orang lama yang berkepentingan di BPJN Maluku,” pinta Fakaubun saat menghubungi media ini, Selasa (28/7).

Pengusutan dan pemeriksaan oleh KPK ini sejalan dengan langkah bersih-bersih yang mesti serius dilakukan pula Menteri PU terhadap internal BPJN yang terus tinggalkan banyak masalah.

“Bersih-bersih harus dimulai dari dalam. Baru kemudian keluar memeriksa dan mengusut peran dan dominasi pihak luar seperti Aseng terhadap proyek-proyek APBN di Maluku dalam beberapa tahun terakhir. Ini satu rangkaian yang jika konsisten maka perbaikan di BPJN dan program infrastruktur pasti bisa terwujud,” pungkasnya. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email