Respons Kasus Matraman, Ketua AMKAY Maluku Ajak Jaga Kedamaian-Perkuat Persaudaraan
IMG-20260728-WA0006

AMBON,Nunusaku.id,– Ditengah insiden Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada 26 Juli 2026 kemarin yang menarik publik nasional dan daerah, Ketua Umum Pengurus Besar Angkatan Muda Kei Maluku (PB AMKAY) Maluku, Mayor (Purn.) Derek Rahangiar, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kedepankan kedamaian.

Selain itu, penting pula menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun peristiwa yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.

Menurut Derek, situasi yang berkembang di berbagai daerah hendaknya dijadikan pelajaran berharga, bukan alasan untuk memperuncing perbedaan.

Karena itu, ia mengimbau seluruh keluarga besar PB AMKAY dan masyarakat Maluku agar senantiasa mengedepankan sikap dewasa, bijaksana, serta bertanggung jawab dalam menyikapi setiap persoalan.

“Jangan sampai kita keluarkan pernyataan, menunjukkan sikap, ataupun melakukan tindakan yang justru timbulkan kegaduhan. Sebagai bagian dari keluarga besar PB AMKAY, kita memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang damai ditengah masyarakat,” ujar Derek.

Ia menegaskan, PB AMKAY sejak awal dibangun diatas semangat persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghormati. Nilai itu tercermin dalam semboyan Fangnanan serta filosofi luhur Ain Ni Ain yang selama ini menjadi identitas masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kei.

“Damai itu indah. Fangnanan adalah semangat yang menyatukan kita, sedangkan Ain Ni Ain mengajarkan kita semua adalah saudara yang wajib saling menghargai, melindungi, dan menjaga satu sama lain. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita pelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Derek menambahkan, budaya persaudaraan yang diwariskan para leluhur harus menjadi kekuatan utama dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan iklim kehidupan yang harmonis.

Ia mengingatkan, Maluku dikenal sebagai Bumi Raja-Raja yang kaya akan budaya, adat istiadat, serta tradisi hidup berdampingan dalam keberagaman. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh berbagai isu yang berkembang di luar daerah dan tetap menjaga kondusivitas wilayah.

“Biarlah apa yang terjadi di luar sana menjadi pembelajaran bagi kita semua. Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, mari kita mengambil hikmah dari setiap peristiwa agar senantiasa hidup sesuai dengan nilai-nilai moral, menjunjung tinggi hukum, serta menjalankan ajaran Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Lebih lanjut, Derek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat persaudaraan, membangun komunikasi yang baik, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul ditengah kehidupan sosial.

Ia berharap keluarga besar PB AMKAY dapat terus menjadi teladan dalam menjaga stabilitas keamanan, mempererat persatuan, dan menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat.

“Mari kita rawat semangat Fangnanan dan filosofi Ain Ni Ain sebagai perekat persaudaraan orang Maluku. Dengan kebersamaan, saling menghormati, dan saling menjaga, kita akan mampu mewujudkan Maluku yang aman, damai, harmonis, dan semakin sejahtera,” tutup Rahangiar. (NS-02)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email