
AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 220 pembalap ambil bagian dalam open tournament Ekano Family Racing Drag Bike dan Drag Race tahun 2026 yang diselenggarakan Ekano Family Racing Team bekerja sama dengan IMI Kota Ambon di Sirkuit non permanen Transit Passo Ambon, Jumat (17/7).
Kejuaraan ini bertujuan menghidupkan kembali olahraga otomotif, khususnya drag bike dan drag race, yang baru kembali digelar secara resmi di Provinsi Maluku setelah lebih dari satu dekade.
Panitia mencatat sebanyak 118 peserta mengikuti kategori drag race atau balap mobil, sedangkan 103 peserta ambil bagian pada kategori drag bike atau balap sepeda motor. Didukung IMI Kota Ambon, para sponsor, serta swadaya panitia, event ini berlangsung mulai 17-19 Juli 2026.
“Apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, KONI Kota, IMI Kota dan Maluku, Polresta Ambon, Pemerintah Negeri Passo, Bank Maluku Maluku Utara, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen dapat terselenggara dengan baik,” tandas Ketua IMI Kota Ambon, Hary Far-far.
Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyebut, event ini menjadi momentum kebangkitan olahraga otomotif di Maluku setelah vakum selama kurang lebih 11 tahun. Karena itu apresiasi kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon bersama panitia pelaksana yang telah menginisiasi kejuaraan tersebut.
Menurutnya, turnamen ini bukti nyata perhatian IMI terhadap tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda dan para pecinta otomotif, yang selama ini menginginkan kembali digelarnya kompetisi drag bike maupun drag race di Kota Ambon.
“Pemkot bersama KONI Kota Ambon mengapresiasi IMI Kota dan panitia yang terus menghadirkan berbagai event otomotif. Ini menjadi ruang positif bagi para pelaku olahraga otomotif untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka secara resmi dan terarah,” ujar Bodewin.
Bodewin yang juga Ketua Umum KONI Kota Ambon itu menegaskan, Pemkot bersama KONI akan terus memberi dukungan terhadap seluruh cabang olahraga, termasuk otomotif, melalui berbagai bentuk fasilitasi maupun penyelenggaraan kompetisi.
Menurutnya, berbagai event olahraga yang dilaksanakan saat ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Kota (Porkot) Ambon yang dijadwalkan berlangsung November 2026. Ajang itu nantinya akan menjadi sarana seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku tahun 2027.
“Fokus kami mempersiapkan atlet-atlet terbaik Kota Ambon agar mampu bersaing pada Porprov Maluku tahun depan. Semua cabang olahraga harus mendapat perhatian, termasuk olahraga otomotif yang memiliki potensi sangat besar di Kota Ambon,” katanya.
Lebih lanjut, Bodewin mengaku, Pemkot bersama IMI saat ini sedang mengupayakan pembangunan sirkuit permanen sebagai pusat pengembangan olahraga otomotif di Kota Ambon. Rencana tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sedang diupayakan secara serius meski ditengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kami tidak hanya berbicara. Pemkot sementara melakukan berbagai upaya agar pembangunan sirkuit permanen bisa dimulai. Kita harus memulai, karena potensi olahraga otomotif di Ambon sangat besar dan perlu didukung dengan fasilitas yang memadai,” tegasnya.
Tak lupa, Walikota mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi seluruh aturan perlombaan demi keselamatan bersama. Sebab ajang seperti ini harus menjadi wadah menunjukkan kemampuan, bukan ajang yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Ikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia. Keselamatan hal utama. Tunjukkan kemampuan, bakat, dan keterampilan secara sportif sehingga kegiatan ini dapat berlangsung aman dan sukses,” pesannya.
Dengan antusiasme 220 pembalap, open tournament Ekano Family Racing 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga otomotif di Maluku sekaligus melahirkan pembalap-pembalap potensial yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (NS-02)




