
AMBON,Nunusaku.id,- Kehadiran Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, serta Panglima Komando Daerah Angkatan Laut (Kodamar) IX Ambon di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, merupakan bukti nyata bahwa negara memberikan perhatian penuh terhadap dimulainya Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Momentum ini menjadi tonggak sejarah bagi Maluku. Setelah lebih dari dua dekade melalui berbagai tahapan perencanaan, kajian, dan pengambilan kebijakan, Blok Masela akhirnya memasuki fase pembangunan fisik, yang diawali grounbreaking atau peletakan batu pertama yang direncananya dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Anggota DPRD Maluku, Anos Yermias menegaskan, kehadiran Blok Masela yang akan diawali groudbreaking ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku.
Namun disisi lain, tidak tampaknya keterlibatan unsur pimpinan DPRD Maluku dalam momentum penting ini patut menjadi perhatian dan evaluasi bersama.
“Sebagai lembaga representasi rakyat di daerah, DPRD memiliki fungsi strategis dalam mengawal aspirasi masyarakat, mengawasi pelaksanaan pembangunan, serta memastikan manfaat PSN benar-benar dirasakan masyarakat Maluku,” tandasnya di Ambon, Rabu (15/7/26).
Oleh sebab itu, legislator Golkar asal dapil KKT-MBD berharap kedepan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, pelaku usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.
Hal ini penting lantaran Blok Masela adalah proyek milik bangsa, tetapi manfaatnya harus dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Yermias pun mengajak semua elemen untuk menjadikan Groundbreaking Blok Masela sebagai awal dari kolaborasi yang lebih kuat, pembangunan yang berkeadilan, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Maluku.
“Groundbreaking harus jadi momentum tepat dan strategis dalam memperkuat sinergi negara, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan hingga DPRD serta swasta maupun semua elemen penting lainnya. Agar benar-benar proyek itu mendatangkan manfaat yang besar bagi kemakmuran rakyat di Maluku khususnya KKT dan MBD,” pungkasnya. (NS)




