HUT ke-122 GPM Jemaat Rehoboth, Walikota Ambon Ajak Perkuat Persaudaraan & Pelayanan
IMG-20260711-WA0006

AMBON,Nunusaku.id,- Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengajak seluruh warga Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Rehoboth untuk terus menjadikan Gereja sebagai rumah pembentukan karakter, tempat menumbuhkan kasih, mempererat persaudaraan, serta mendorong umat agar tetap setia melayani Tuhan dan sesama.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-122 GPM Jemaat Rehoboth di Ambon, Jum’at (10/7/26).

Menurutnya, usia 122 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh penyertaan Tuhan. Selama lebih dari satu abad, Jemaat Rehoboth telah menjadi bagian penting dari sejarah Kota Ambon dan melahirkan banyak pelayan Gereja, tokoh masyarakat, serta pemimpin yang berkontribusi nyata bagi Gereja, masyarakat, daerah, maupun Kota Ambon.

“Perjalanan panjang ini tentu tidak selalu mudah. Berbagai tantangan dan pergumulan telah dilalui, namun penyertaan Tuhan senantiasa menjadi kekuatan sehingga Jemaat Rehoboth tetap bertumbuh, tetap melayani, dan terus menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Wattimena.

Ia menegaskan, perayaan HUT Gereja tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan bagi seluruh jemaat untuk memperbarui komitmen dalam menghadirkan kasih Kristus melalui kehidupan bergereja maupun kehidupan bermasyarakat.

Keberhasilan pembangunan akuinya, tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas spiritual, karakter, moral, dan integritas masyarakat.

“Karena itu, Gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, serta mampu menjaga kedamaian dan persaudaraan di tengah kehidupan sosial,” jelasnya.

Ditengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat, Walikota turut mengingatkan adanya berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama, mulai dari menurunnya kepedulian sosial, meningkatnya sikap individualisme, penyalahgunaan narkotika, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga berbagai pengaruh yang dapat mengikis nilai-nilai persaudaraan.

Untuk itu, ia mengajak Jemaat Rehoboth terus menjadikan Gereja sebagai rumah yang menghadirkan kasih, memperkuat kehidupan keluarga, membimbing generasi muda agar takut akan Tuhan, serta menanamkan semangat hidup sebagai pribadi yang berguna bagi masyarakat.

“Kota Ambon dibangun di atas semangat kebersamaan dalam keberagaman. Menurutnya, keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat merupakan kekuatan yang harus terus dijaga.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan visi Pemerintah Kota Ambon periode 2025–2030 melalui tagline “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”, yang mencerminkan komitmen menjadikan Ambon sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, budaya, maupun latar belakang lainnya.

“Berbeda itu biasa, tetapi menjaga kebersamaan adalah sesuatu yang luar biasa dan harus terus kita rawat bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengajak Pemerintah Kota Ambon, GPM Jemaat Rehoboth, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandeng tangan mewujudkan Ambon yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.

“Perayaan HUT ke-122 GPM Jemaat Rehoboth menjadi motivasi bagi seluruh pelayan dan warga jemaat untuk semakin setia berkarya di ladang pelayanan Tuhan sekaligus terus berkontribusi dalam membangun Kota Ambon sebagai kota yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 12
Facebook
WhatsApp
Email