Antrean Mengular di SPBU Sebabkan Macet-Ganggu Pengguna Jalan, Dishub Harus Tegur Pengelola
IMG-20260709-WA0020

AMBON,Nunusaku.id,- Antrean kendaraan yang mengular saat pengisian bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, di SPBU Kebun Cengkeh dan Soabali kembali menjadi sorotan.

Selain karena waktu pengisian yang tidak menentu, tetapi juga menginapnya  kendaraan di ruas jalan tersebut kerap memicu kemacetan hingga mempersempit akses lalu lintas bagi pengguna jalan lain.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai instansi teknis diminta tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut dengan memberi teguran keras bagi pengelola.

Kadishub Kota Ambon, Yan Suitela menegaskan, penanganan persoalan ini merupakan tanggungjawab bersama antara pengelola SPBU, Pertamina, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah.

Diakui Yan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan tim gabungan yang melibatkan Pertamina, Kepolisian, serta instansi terkait untuk mengevaluasi kondisi distribusi dan ketersediaan BBM di Kota Ambon.

“Beberapa waktu lalu sudah ada tim gabungan dari Pertamina, kepolisian, dan instansi terkait yang juga melakukan pengecekan ketersediaan BBM di Ambon. Dalam pertemuan itu sudah disampaikan bahwa persoalan antrean ini menjadi tanggungjawab bersama,” ujarnya.

Menurut Yan, koordinasi yang baik antara pengelola SPBU dengan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan sangat diperlukan, terutama ketika terjadi lonjakan antrean yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Dikatakan, apabila terdapat laporan dari pihak SPBU maupun masyarakat terkait antrean yang mulai sebabkan kemacetan, maka harus segera disampaikan kepada kepolisian maupun Dishub agar dapat dilakukan langkah-langkah penanganan di lapangan.

Selain itu, Dishub juga mengusulkan agar pengaturan waktu atau jadwal pelayanan pengisian BBM dapat diterapkan apabila kondisi pasokan belum stabil, sehingga antrean kendaraan tidak terjadi secara bersamaan.

“Kita akan menyesuaikan dengan kondisi pasokan. Kendala terbesar saat ini memang berada pada BBM jenis solar. Kendaraan-kendaraan besar yang menggunakan solar menyebabkan antrean menjadi sangat panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelola SPBU juga diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai jadwal distribusi maupun waktu pelayanan BBM apabila terjadi keterlambatan pasokan.

“Kalau memang ada kendala pasokan solar, sampaikan kepada masyarakat kapan distribusi datang dan kapan pelayanan dibuka. Dengan begitu masyarakat tidak menunggu terlalu lama dan antrean bisa lebih tertata,” katanya.

Dia menilai, kemacetan di sekitar SPBU bukan hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Karena itu, diperlukan kerjasama semua pihak agar kondisi serupa tidak terus berulang.

“Kemacetan di lokasi SPBU memiliki potensi mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian di sekitarnya. Maka perlu koordinasi dan komunikasi yang baik antara SPBU, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat pengguna jalan agar masalah ini dapat diatasi bersama,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email