Urusan Pribadi Jangan Dibungkus Narasi Agama & Suku; Merusak Harmonisasi Sosial
IMG-20260707-WA0022

AMBON,Nunusaku.id,- Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku, Sandi Tuhuteru, mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak membawa persoalan pribadi ke dalam narasi suku, agama, ras, maupun identitas kelompok.

Pasalnya tindakan tersebut menurut Sandi, sangat berbahaya karena dapat memicu kesalahpahaman, memperkeruh situasi sosial, dan mencederai semangat persaudaraan yang selama ini dijaga di Maluku.

“Setiap persoalan pribadi harus diselesaikan secara pribadi dan berdasarkan mekanisme hukum maupun etika yang berlaku. Jangan kemudian membangun opini seolah-olah persoalan itu merupakan konflik antarsuku atau antaragama. Cara berpikir seperti ini sangat berpotensi merusak keharmonisan masyarakat,” tegasnya kepada media ini di Ambon, Selasa (7/7).

Ia menilai, Maluku telah melalui perjalanan panjang dalam membangun kembali kepercayaan, toleransi, dan kehidupan yang damai. Karena itu, masyarakat memiliki tanggungjawab moral untuk tidak menyebar narasi yang dapat memecah belah persatuan.

“Moderasi beragama bukan hanya slogan, tetapi komitmen bersama untuk menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan identitas. Jangan karena kepentingan sesaat, kita mengorbankan persatuan yang telah dibangun dengan susah payah,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, disertai narasi suku dan agama, dapat memperbesar konflik dan menciptakan stigma yang tidak berdasar.

Ditegaskan Tuhuteru, kritik maupun perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, dan tidak menyerang identitas kelompok tertentu.

“Maluku dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai orang basudara. Nilai ini harus terus dirawat seluruh masyarakat. Jangan sampai kepentingan pribadi atau kelompok justru menghidupkan kembali sentimen identitas yang dapat mengganggu kedamaian daerah,” katanya.

Tuhuteru mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, mahasiswa, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga ruang publik dari provokasi yang mengandung unsur SARA.

“Mari kita terus memperkuat semangat toleransi, persatuan, dan persaudaraan demi terwujudnya Maluku yang damai, harmonis, dan berkemajuan. Orang-orang yang masih membungkus sebuah persoalan dengan narasi agama dan suku harus dilawan,” pungkasnya. (NS)

Views: 19
Facebook
WhatsApp
Email