Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon Jadi Panggung Persatuan; Padukan Budaya Lokal & Polisi Cilik
bhayangkara maluku

AMBON,Nunusaku.id,- Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026), berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya.

Ribuan masyarakat yang hadir disuguhkan berbagai penampilan menarik, mulai dari tarian adat khas Maluku hingga atraksi Polisi Cilik yang memukau dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.

Kegiatan yang dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura, Gubernur Maluku, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat itu menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat.

Salah satu penampilan yang menjadi pusat perhatian adalah tarian adat “Maku-Maku”, tarian tradisional khas Maluku yang dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku.

Dengan balutan busana adat Maluku yang berwarna-warni dan iringan musik tradisional yang khas, para penari menampilkan gerakan yang enerjik, harmonis, dan sarat makna persaudaraan dan persatuan. Penampilan itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu yang memadati area kegiatan.

Tarian Maku-Maku yang dikenal sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung penguatan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa.

Kapolda mengatakan, kehadiran unsur budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku.

“Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami hadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta hormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.

Selain tarian adat, perhatian pengunjung juga tertuju pada penampilan Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru, yang merupakan binaan Polres Pulau Buru.

Puluhan anggota Pocil tampil penuh percaya diri dengan memperagakan berbagai formasi baris-berbaris yang dikombinasikan dengan gerakan tarian kreatif, disiplin, dan atraktif. Kekompakan serta ketepatan gerakan yang ditunjukkan para Pocil berhasil memukau tamu undangan dan mengundang tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Kapolda menilai, penampilan Pocil tersebut merupakan gambaran keberhasilan pembinaan karakter generasi muda yang dilakukan sejak usia dini melalui kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan.

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus disiapkan sejak dini. Melalui program Pocil, kami ingin tanamkan nilai disiplin, tanggungjawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Apa yang ditampilkan ini menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan,” demikian Kapolda.

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email