
AMBON,Nunusaku.id,- Seleksi Calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon mulai dari seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, penelusuran rekam jejak, asesmen, dan wawancara terbuka telah selesai dilakukan.
Tiga nama yang bersaing merebut kursi Sekkot Ambon adalah, Apries B. Gaspersz (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan/DLHP), Steven Dominggus (Kepala BKPSDM) dan Robby Sapulette (Penjabat Sekkot Ambon).
Kini penentuan akhir ada di tangan Walikota Bodewin Wattimena sebagai pejabat pembina kepegawaian untuk menggunakan hak diskresinya dalam memilih satu dari tiga nama diatas.
Sumber media ini di Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengatakan, Walikota bakal mengumumkan sosok Sekkot definitif pekan depan atau usai menghadiri perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan.
“Kemungkinan besar setelah pulang dari APEKSI di Kota Medan 4 Juli 2026 baru diumumkan,” tandas sumber media ini, Rabu (1/7).
Sumber ini mengaku, Walikota sudah bulat bahwa kemungkinan besar memiliki kriteria Sekkot bukan hanya yang bisa bekerja, namun harus sosok yang komunikatif dan “dengar-dengaran”.
“Jadi kalau ada yang berpikir karena Walikota jebolan STPDN lalu pilih STPDN jadi Sekkot itu keliru. Kalau yang alumni STPDN bagus pasti dipilih, begitu juga yang bukan,”jelasnya.
Ia menjelaskan, tentu Walikota tidak akan asal mengumumkan siapa yang layak jadi Sekkot saja, tapi Bodewin diakui bakal menjelaskan alasan mengapa menunjuk figur tersebut menduduki jabatan itu.
Lebih lanjut, diakuinya, dengan segudang pengalaman dan kematangan Bodewin di birokrasi pemerintahan, Walikota tentu tidak akan termakan isu-isu miring mengenai Calon Sekkot yang diserang secara brutal melalui media sosial.
“Pokonya semua isu-isu yang menyerang calon-calon Sekkot, akan jadi masukkan tapi tidak bisa pengaruhi Walikota. Sudah ada penilaian tersendiri dari beliau, termasuk meminta masukan pihak-pihak eksternal terhadap ketiga kandidat siapa layak,” tegasnya.
Bahkan dalam beberapa kesempatan Walikota menurut sumber mengaku secara jelas dan terang jika Sekkot yang ia tunjuk tidak dengar-dengaran atau mbalelo, akan ia copot tiga bulan kemudian.
“Itu prinsip sebagai kepala daerah, karena dia selaku Walikota yang tunjuk dan pilih. Sehingga harus bekerja dalam koridor yang tepat, tahu tugas pokok dan fungsinya,” pungkas sumber itu. (NS)



