
AMBON,Nunusaku.id,- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku bersama Badan Meteorlogi, Klimatologi & Geofisika (BMKG) Ambon dan sejumlah pihak melakukan pengamatan hilal di Tanjung Nusaniwe Negeri Latuhalat Kota Ambon untuk menentukan awal Syawal 1445/Hijiriah, Selasa (9/4) sore.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, posisi tinggi hilal saat ini berada pada 5.070 °. Sehingga bisa dipastikan tidak terlihat karena tertutup awan tebal.
“Jadi dari hasil pengamatan yang dilakukan BMKG bersama Kemenang, MUI, Pengadilan Agama, hasilnya hilal tidak terlihat karena hujan dan tertutup kabut awan tebal,” tandas Kakanwil Kemenag Maluku H. Yamin disela-sela pantauan.
Dengan tidak terlihatnya hilal, dia mengharapkan agar sholat 1 Syawal 1445/Hijriah oleh umat Muslim dapat menunggu hasil sidang Isbat yang dilakukan Kemenag RI malam ini.
“Untuk umat Muslim di Maluku agar Sholat 1 Syawal diharapkan menunggu hasil sidang Isbat oleh Kemenag RI,” tandas Yamin.
Di tempat yang sama, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro mengaku, pengamatan hilal yang dilakukan pihaknya bersama BMKG berada pada koordinat -3,79, 128.09, dengan perhitungan waktu terbenam matahari pada pukul 18.30.21 WIT dan waktu terbenam bulan pada pukul 18.57.32 WIT.
“Dengan posisi Azimuth matahari pada 277.792° dan azimuth bulan pada 282.750°, dengan ketinggian hilal pada 5.707°” jelas Djati.
Dengan posisi hilal yang dari pengamatan tidak terlihat karena hujan dan tertutup kabut awan tebal maka 1 Syawal 1445/H diminta agar mengharapkan menunggu hasil sidang Isbat Kemenag malam ini. (NS)



