Apresiasi Konser "Elektik Harmoni", Walikota Akui IAKN Ambon Sukses Lahirkan Musisi Berbakat
InShot_20260625_235412679

AMBON,Nunusaku.id,- Kolaborasi apik ditunjukkan Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK) dan Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dengan sukses menghelat Konser Musik bertajuk “Elektik Harmoni”.

Mini konser sebagai puncak dari Master Class yang menghadirkan Pianis Internasional asal Korea Selatan, Prof. Hye Gyung Ji itu berlangsung megah di auditorium kampus harmoni dalam keragaman, Kamis (25/6).

Tak hanya Prof. Ji yang tunjukkan kepiawaiannya dalam mengharmonisasi nada-nada di tuts piano, namun para mahasiswa peserta Piano Masterclass juga tak mau kalah memikat ratusan pasang mata dengan kelincahan mainkan piano.

Duet dosen muda FSKK Tommy Kolibongso & Wendy Latusawaule yang tampil dengan lagu legend “The Prayer” diiringi Orchestra IAKN Ambon sukses memecah suasana sore itu.

Petikan Solo Guitar dari Setyabudhi Situmorang, tampilan MAYOR feat String Section, Orel n Friends dan Tumang Choir-Coach, kolaborasi paduan suara muda/i Tulehu dan mahasiswa FSKK IAKN Ambon dengan lagunya “Pancasila Rumah Kita” menjadi penutup spektakuler mini konser.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena yang hadir sebagai tamu kehormatan memberi apresiasi dan penghargaan kepada Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon atas kesuksesan penyelenggaraan Mini Konser “Elektik Harmoni”.

Konser musik ini menurutnya, menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, pengembangan kreativitas, dan pembinaan talenta generasi muda di bidang seni musik.

“Apresiasi, terima kasih, dan penghargaan kami beri kepada IAKN Ambon yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan kreativitas generasi muda di bidang seni musik di Kota Ambon yang sama-sama kita cintai,” ungkap Wattimena.

Ditegaskannya, seni bukan sekadar media hiburan, melainkan bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, membangun komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

Menurutnya, mini konser itu tidak hanya menjadi pertunjukan musik semata, tetapi juga ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran sekaligus mengembangkan kompetensi, pengalaman panggung, dan karakter profesional di bidang seni.

“Kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang kreatif, inovatif, dan produktif. Juga mampu mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” bebernya.

Sebagai kota yang tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network dengan predikat City of Music, Ambon, kata Wattimena, memiliki tanggungjawab besar untuk terus lahirkan sumber daya manusia yang kreatif, produktif, dan berdaya saing di bidang seni dan budaya.

“Karena itu, peran lembaga pendidikan, termasuk IAKN Ambon, sangat penting dalam mencetak generasi muda yang mampu menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan seni budaya daerah kepada masyarakat secara lebih luas,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam menjaga dan memperkuat branding Ambon City of Music melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas seni, lembaga pendidikan, dan pelaku industri kreatif.

Menurutnya, keterlibatan putra-putri Ambon dalam berbagai ajang internasional menjadi modal penting untuk memperkenalkan Ambon ke dunia sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik di daerah tersebut.

“Terima kasih kepada pianis dan profesor musik asal Korea Selatan, Prof. Ji, yang telah memberi materi dalam kegiatan masterclass kepada mahasiswa FSKK IAKN Ambon sekaligus menjadi guest star di konser musik ini,” akui Walikota.

Dirinya optimis, IAKN Ambon akan terus menjadi wadah lahirnya musisi-musisi berbakat yang mampu mengharumkan nama Kota Ambon, Maluku, hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan pembangunan fisik semata, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu menciptakan gagasan, karya, dan inovasi bagi kemajuan bersama,” tegasnya.

Sementara, Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, dosen hingga musisi muda yang terlibat dalam konser musik tersebut, terutama Prof Ji yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuan bermusik khususnya piano kepada para mahasiswa FSKK.

Ia berharap momentum konser musik ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta menghasilkan karya-karya bernilai dari IAKN Ambon untuk masyarakat.

“Konser ini spesial karena kolaborasi harmoni yang khas. Sesuai semangat Ambon City of Music, musik bukan cuma hiburan, tapi energi persaudaraan dan ekonomi kreatif. Hal ini yang didorong IAKN Ambon dengan menjadikan musik kekuatan utama,” terangnya.

Kehadiran pimpinan Gereja/organisasi keagamaan, pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan lembaga keuangan dan perbankan mitra IAKN, komunitas seni, praktisi musik, serta mahasiswa akui Anakotta, ingin mengenalkan sekaligus menunjukkan IAKN mau lebih dekat ke masyarakat.

“Konser ini bukan sekadar manggung, tapi wujud “Harmoni dalam Keragaman”. Mahasiswa IAKN jadi motor penggerak budaya dan pariwisata daerah lewat musik,” pungkasnya.

Eklektik Harmoni; perpaduan berbagai genre, gaya, dan tradisi musikal dalam satu panggung yang harmonis. Melalui konsep eklektik, konser ini menjadi wadah apresiasi IAKN Ambon terhadap perbedaan serta memperlihatkan bagaimana berbagai unsur musik dapat berpadu menjadi sebuah harmoni yang indah dan bermakna. (NS)

Views: 14
Facebook
WhatsApp
Email