Field Trip ke Pulau Pombo, Mahasiswa Pariwisata IAKN Ambon Aksi Bersih Laut-Dorong Responsible Tourism
InShot_20260621_202354427

AMBON,Nunusaku.id,- Satu lagi langkah positif dan punya dampak besar bagi daerah terutama pengelolaan wisata bahari dan kawasan pesisir ditunjukkan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon.

Kali ini ditunjukkan program Studi (Prodi) Pariwisata Budaya dan Agama, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan yang melaksanakan kegiatan Field Trip Mata Kuliah Pariwisata Berkelanjutan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Pombo, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (20/6/26).

Mengusung tema “Small Island, Big Impact: Menggagas Strategi Responsible Tourism dan Analisis Daya Dukung di TWA Pulau Pombo”, Field Trip ini bertujuan memberi pengalaman belajar lapangan kepada mahasiswa mengenai pengelolaan kawasan wisata berbasis konservasi, khususnya pada kawasan pulau kecil yang rentan terhadap tekanan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pariwisata berkelanjutan secara teoritis, tetapi juga mengobservasi langsung kondisi kawasan, analisis daya dukung lingkungan, audit sampah, serta identifikasi berbagai tantangan pengelolaan destinasi wisata konservasi.

Dosen pengampu Mata Kuliah Pariwisata Berkelanjutan Elviaty Helinda Tauran menjelaskan, TWA Pulau Pombo dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki karakteristik yang sangat relevan dengan isu-isu pengelolaan wisata bahari dan konservasi pulau kecil di Maluku.

“Pulau Pombo merupakan laboratorium alam yang sangat baik untuk memahami bagaimana aktivitas wisata harus dikelola secara bertanggung jawab. Mahasiswa diajak melihat langsung hubungan antara konservasi lingkungan, daya dukung kawasan, perilaku wisatawan, dan keberlanjutan destinasi,” ujarnya.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga melakukan bakti sosial berupa aksi bersih pantai dan pengangkatan sampah plastik di kawasan pesisir serta perairan dangkal Pulau Pombo.

Mahasiswa melakukan pengumpulan dan pendataan sampah yang ditemukan, baik sampah yang ditinggalkan pengunjung maupun sampah kiriman yang terbawa arus laut.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya ancaman sampah plastik terhadap ekosistem pulau kecil dan terumbu karang,” ungkap Tauran.

Sampah plastik yang terakumulasi di kawasan pesisir tidak hanya mengurangi keindahan destinasi wisata, tetapi juga dapat mengancam kehidupan biota laut dan kualitas lingkungan kawasan konservasi.

Dijelaskan Tauran, melalui kegiatan audit sampah, mahasiswa mengidentifikasi jenis sampah dominan yang ditemukan serta menganalisis sumber pencemarannya.

“Hasil pengamatan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari rekomendasi pengelolaan sampah dan strategi pengembangan wisata berkelanjutan di TWA Pulau Pombo,” urainya.

Selain itu, menurutnya, mahasiswa juga melakukan kajian sederhana mengenai kapasitas kunjungan wisatawan, pemanfaatan ruang wisata, serta dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem pesisir dan terumbu karang.

“Hasil kajian lapangan akan dituangkan dalam laporan akademik yang berisi rekomendasi terkait jumlah maksimal kunjungan wisatawan, zonasi aktivitas wisata, dan strategi pengelolaan kawasan yang lebih berkelanjutan,” tandas Tauran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi calon praktisi pariwisata yang kompeten, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong pengelolaan kawasan wisata yang bertanggungjawab, berkelanjutan, dan berpihak pada pelestarian lingkungan.

Diharapkan pula kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami praktik pariwisata berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian destinasi wisata alam di Maluku. (NS)

Views: 49
Facebook
WhatsApp
Email