Pencarian Ditutup, 8 Korban Speedboat Tenggelam di MBD Dinyatakan Hilang
IMG-20260613-WA0000

AMBON,Nunusaku.id,- Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan korban hilang akibat tenggelamnya speedboat rute Sinairusi–Tepa yang terjadi di perairan sekitar Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), resmi dihentikan.

Penghentian operasi dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon sesuai prosedur yang berlaku setelah seluruh upaya pencarian maksimal dikerahkan selama sembilan hari berturut-turut, namun belum membuahkan hasil terhadap para korban yang masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah mengatakan, selama pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan telah melakukan pencarian secara intensif melalui penyisiran laut dan pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

“Selama sembilan hari pelaksanaan operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat telah bekerja maksimal dengan mengerahkan personel, armada laut, serta dukungan berbagai pihak. Namun hingga batas waktu operasi berakhir, korban yang masih hilang belum berhasil ditemukan,” ujarnya, Sabtu (20/6/26).

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Ambon, TNI AL, Polairud, BPBD, pemerintah daerah, nelayan setempat, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian sejak hari pertama kejadian.

Meski operasi SAR resmi ditutup, Arafah menegaskan, pemantauan tetap akan dilakukan secara pasif melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat pesisir.

“Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban, maka langkah tindak lanjut akan segera dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Arafah.

Terpisah, Bupati MBD, Benyamin Th. Noach dan Wakil Bupati Agustinus Lekwardai Kilikily menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan semangat kemanusiaan selama proses pencarian berlangsung.

Noach juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberi dukungan moral dan penguatan kepada keluarga korban yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat musibah tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat MBD, kami sampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada seluruh keluarga yang terdampak musibah ini,” ungkap Noach.

Ditengah berakhirnya operasi pencarian, suasana haru masih menyelimuti keluarga korban yang hingga kini terus berharap mendapatkan kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka.

“Doa dan harapan tetap dipanjatkan agar para korban dapat ditemukan, meski operasi resmi telah dihentikan,” demikian Noach.

Dengan berakhirnya operasi SAR, pencarian secara resmi memang telah ditutup. Namun bagi keluarga korban, harapan dan doa akan terus mengiringi mereka yang hingga kini belum ditemukan.

Semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian yang ditunjukkan selama proses pencarian menjadi bukti bahwa para korban tidak pernah ditinggalkan dalam perhatian dan doa bersama. (NS)

Views: 16
Facebook
WhatsApp
Email