Tiga Musisi Maluku Sabet Penghargaan di Pentas Nasional, Gubenur Bangga;  Pengakuan Nyata Karya Lokal yang Berkelas
IMG-20260619-WA0034

AMBON,Nunusaku.id,- Pencapaian gemilang yang ditorehkan para musisi Maluku di panggung nasional turut disambut dengan rasa bangga dan penuh haru Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa (HL).

Suksesnya tiga musisi naik daun asal Maluku; Toton Caribo, Wizz Baker, dan Fresly Nikijuluw—menyabet penghargaan di ajang bergengsi “SCTV Music Awards 2026” dinilai Gubernur sebagai momentum emas bagi kebangkitan ekosistem kesenian Maluku.

Lewat lagu “Ngapain Repot”, ketiga musisi itu berhasil membawa pulang trophy kategori *Penyanyi/Duo/Grup Berbahasa Daerah Paling Ngetop* untuk pertama kali pada ajang prestisius itu.

Bagi Lewerissa, penghargaan ini bukan sekadar piala biasa, melainkan sebuah pengakuan konkret bahwa karya seni berbasis lokalitas dari Maluku memiliki kelas dan daya saing tinggi di industri musik tanah air.

Komitmen Gubernur: Jadikan Musik Pilar Industri Kreatif Daerah

Gubernur Lewerissa pun memberi dorongan kuat kepada para pemenang dan seluruh seniman di Maluku untuk tidak cepat puas dan terus konsisten berkarya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawal bakat-bakat muda agar memiliki ruang tumbuh yang berkelanjutan.

“Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi serta masyarakat Maluku, kami bangga sekali. Ini bukti nyata bahwa talenta Maluku tidak pernah habis. Kemenangan adik Toton, Wizz, dan Fresly harus menjadi pemantik bagi anak-anak muda lain. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, kita adalah pemain utama dalam industri kreatif nasional,” ujar Gubernur HL penuh optimisme dari Manokwari.

Jaga Identitas Budaya Lewat Musik

Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya lewat musik. Penggunaan bahasa daerah dalam karya-karya ketiga musisi tersebut dinilai sebagai bentuk diplomasi budaya yang cerdas, mengenalkan dialek dan rasa Maluku kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Sikap suportif dan apresiasi tinggi dari Gubernur ini seolah menjadi jawaban atas kegelisahan yang sempat diutarakan Toton Caribo saat menerima penghargaan di atas panggung.

Di ajang fenomenal yang ditonton jutaan pasang mata itu, Toton sempat berujar emosional saat menerima piala. “Ini tandanya Indonesia sudah mulai menerima kita orang kampung yang jauh dari daerah…”

Dukung Musisi Maluku; Perkuat Ekosistem 

Melalui momentum ini, Gubernur ingin memastikan bahwa para musisi Maluku tidak lagi merasa berjalan sendiri atau dianggap sebagai musisi “pinggiran”.

Dukungan pemerintah provinsi akan diarahkan untuk memperkuat ekosistem, mulai dari perlindungan hak cipta, penyediaan panggung apresiasi, hingga pembukaan akses ke industri yang lebih luas.

Pencapaian di SCTV Music Awards 2026 ini sekaligus mempertegas komitmen Gubernur Lewerissa dalam menjaga marwah Maluku, khususnya Ambon yang telah diakui dunia sebagai *City of Music*.

Dibawah dorongan dan kepemimpinan Gubernur, prestasi Toton, Wizz, dan Fresly diharapkan menjadi babak baru di mana musik tidak hanya sekadar hobi atau hiburan, melainkan pilar ekonomi kreatif yang mampu menyejahterakan masyarakat dan mengharumkan nama Maluku di kancah nasional hingga internasional.

Diplomasi Budaya Lewat Nada & Lirik Daerah

Keberhasilan Toton, Wizz dan Fresly bukan sekadar kemenangan popularitas, melainkan sebuah pernyataan seni yang kuat.

Lagu-lagu berbahasa daerah yang mereka bawakan mampu menembus batas-batas kultural, dinikmati jutaan pendengar dari Sabang sampai Merauke yang bahkan mungkin tidak memahami bahasanya secara harfiah, namun terpikat oleh magis melodinya.

“Kami melihat momentum ini sebagai titik balik yang krusial. Kami terus mendorong para musisi ini, dan generasi penerusnya, untuk menjadikan musik sebagai ruang inkubasi budaya yang berkelanjutan,” ungkap Lewerissa.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem kesenian agar talenta Maluku tidak layu setelah satu kali kemenangan, melainkan terus beregenerasi.

Pemantik Api Semangat bagi Musisi Maluku Lainnya 

Karakter yang kuat dan ciri bermusik daerah tapi level nasional dari Toton, Wizz dan Fresly sukses membuktikan bahwa musik berbahasa daerah tidak lagi dianggap sebagai genre “pinggiran”, melainkan produk seni premium yang memiliki nilai komersial dan estetika tinggi di era digital.

Maluku sejak lama dijuluki sebagai “City of Music” oleh UNESCO (khususnya Kota Ambon). Penghargaan di SCTV Music Awards 2026 ini seolah menegaskan kembali legitimasi gelar tersebut di tingkat nasional.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan antusiasme masyarakat yang luar biasa, kemenangan Toton Caribo, Wizz Baker, dan Fresly Nikijuluw diharapkan menjadi pemantik api semangat bagi ribuan anak muda di Maluku.

Ini adalah bukti sahih bahwa dari sudut daerah yang jauh dari ibukota, sebuah karya seni yang jujur dan autentik bisa bergema ke seluruh penjuru negeri. (***)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email